Rabu, 28 Jul 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Separo Pasien Covid-19 Berasal dari Luar Kota Kediri

22 Juli 2021, 15: 27: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Korona di Kediri

STERILISASI: Penyemprotan disinfektan di kantor Pemkab Kediri. (Dewi Ayu Ningtyas - radar kediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri - Tingginya tingkat keterisian rumah sakit rujukan Covid-19, ternyata, tak hanya disebabkan banyaknya warga Kota Kediri yang terpapar. Hampir separonya disumbang oleh pasien luar Kota Kediri. 

Berdasarkan data yang ada, rumah-rumah sakit di Kota Kediri menyediakan 589 tempat tidur (TT) khusus pasien Covid-19. Hingga kemarin tingkat keterisiannya mencapai 447 TT. Dari jumlah tersebut yang berasal dari Kota Kediri sebanyak 231 orang. Sisanya adalah warga non-Kota Kediri.

“Selama ini rumah sakit di Kota Kediri ini jadi rujukan warga luar kota,” ujar Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar saat konfersensi pers melalui zoom meeting kemarin petang.

Baca juga: Begini Kondisi Stok Darah di PMI Pare

Di beberapa rumah sakit besar, jumlah pasien memang tinggi. Di RS Gambiran misalnya, dari 213 TT khusus korona sudah terisi 180. Pasien luar kotanya mencapai 53 TT.  

Sedangkan di RS Bhayangkara, dari 96 TT terisi 75. Di rumah sakit ini hanya sepuluh orang saja yang warga kota. Jumlah sama juga tercatat di RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan. Di sini hanya 10 pasien asal Kota Kediri di antara 59 pasien yang dirawat. Total TT yang tersedia sebanyak 68 unit.

Imbas dari kondisi itu, beban tenaga kesehatan (nakes) mulai dikurangi. Para nakes itu tak lagi diminta mendampingi jenazah Covid-19 hingga ke penguburan. Tugas pemulasaraan dibebankan ke petugas dari badan penanggulangan bencana daerah (BPBD).  Nakes hanya melakukan tindakan medis di rumah sakit. Sekaligus menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan vaksinasi, tracing, dan testing.

“Mereka akan dibantu oleh relawan dari mahasiswa,” ujarnya. 

Jumlah relawan, rencananya, bakal ditambah lagi sebanyak 300 orang. Para relawan ini akan mendapat uang transport senilai Rp 50 ribu per hari. 

Sementara itu, membeludaknya jumlah pasien itu membuat kemarin sempat ada antrean penanganan jenazah. Sembilan mayat antre untuk ditangangi. Namun, kondisi itu tidak berlangsung berlarut-larut karena sudah tuntas sehari kemarin.

Terkait perubahan nama PPKM darurat menjadi PPKM level 4, Abu mengatakan tak mengubah aturan secara signifikan. Namun, dia berharap setelah perpanjangan ini terjadi penurunan jumlah kasus. Agar aturan bisa kembali longgar.

Saat ini pemkot juga tengah melakukan pendataan pedagang kaki lima (PKL). Agar nanti memudahkan pendistribusian bila ada bantuan. Namun demikian Abu mengatakan pemkot belum melakukan refocusing anggaran lagi.

Sebelumnya, Kajari Kota Kediri Sofyan Selle memberi lampu hijau bila pemkot menggunakan anggaran penanganan untuk Covid-19. “Kami tentu akan mendukung semua langkah yang diambil Pemkot Kediri. Termasuk penggunaan anggaran selama Covid-19,” ucapnya. 

Sementara itu, laboratorium polymerase chain reaction (PCR) di RSUD Kabupaten Kediri (RSKK) tak jadi menghentikan pelayanan untuk sementara waktu. Hal itu terjadi karena masih ada tenaga kesehatan (nakes) yang bisa mengoperasikan layanan.

“Tetap kami running (jalankan, Red) seperti hari-hari biasa,” jelas Direktur RSKK Dr dr Ibnu Gunawan. 

Sebelumnya, dua dari enam orang analis di laboratorium PCR RKK terpapar virus korona. Kondisi inilah yang membuat pelayanan lab sempat akan mengurangi jumlah sampel swab PCR yang dianalisa. Khusus untuk swab PCR mandiri, layanan juga akan dihentikan sementara.

Ternyata, keesokan harinya ada tambahan enam analis lagi. Enam orang ini memang dipersiapkan bila sewaktu-waktu dibutuhkan. “Sehingga kami tetap running  seperti biasa, belum pernah berhenti,” tandas dr Ibnu. 

Selama ini, jumlah sampel yang masuk setiap hari mencapai 600. Kondisi tersebut berlangsung terutama sejak terjadi lonjakan kasus Covid-19. Sebelum lonjakan, per hari hanya 200 – 350 sampel yang dianalisa. “Satu bulan terakhir lonjakannya sangat luar biasa,” ungkapnya. 

Meskipun tetap berjalan, kali ini penerapan protokol kesehatannya jauh lebih ketat dibanding sebelumnya. Tujuannya untuk menjaga kondisi nakes agar tidak kelelahan menangai ratusan sampel tiap harinya.

Untuk diketahui, RSKK sempat mengeluarkan surat pengumuman nomor 800/11058/418.67/2021. Dalam surat tersebut disampaikan mulai tanggal 15 – 23 Juli 2021 untuk sementara waktu pelayanan laboratorium PCR RSKK tidak memberikan pelayanan swab mandiri. Surat itu dikeluarkan Kamis (15/7) lalu. (rq/wi/fud)

Data Sebaran Covid-19 

Kabupaten Kediri 

Konfirmasi : 8085 +93

Aktif : 1328 +21

Sembuh : 6139 +58

Meninggal : 618+14

Kota Kediri 

Konfirmasi : 2.121(+15) 

Aktif : 353(+6) 

Sembuh : 1.551(+8) 

Meninggal : 217(+1)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news