Rabu, 28 Jul 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Dipotong, Ada Hewan Kurban di Kediri Yang Bercacing Hati

22 Juli 2021, 13: 50: 25 WIB | editor : Adi Nugroho

Hewan kurban

JAGAL: Petugas RPH Pare menguliti dan memotong bagian-bagian tubuh hewan kurban setelah disembelih kemarin. (Dewi Ayu Ningtyas - radar kediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri - Hewan-hewan kurban yang disembelih kemarin sebagian ada yang mengandung penyakit. Delapan ekor diketahui terinfeksi cacing hati. Enam ditemukan dalam pemotongan di rumah pemotongan hewan (RPH) Kota Kediri. Dua yang lain di RPH Kabupaten Kediri. 

Di RPH Kota Kediri, di Kelurahan Pojok Kecamatan Mojoroto, cacing hati ditemukan di enam ekor sapi. Hewan itu disembelih bersama puluhan ekor lainnya. Agar tidak menular ke manusia, dinas pertanian dan ketahanan pangan (DPKP) langsung memusnahkannya. 

“Ada yang dibakar, ada pula yang dikubur,” kata Kepala DPKP M. Ridwan. 

Baca juga: Gundi Diisukan Mengundurkan Diri

Sebelum melakukan pemusnahan, DPKP sempat mendapat protes dari pemilik hewan. Ada yang sempat meminta hati sapi yang sudah terinfeksi tersebut. Namun pihak DPKP menolak karena tak ingin berisiko. 

Selain itu juga ada yang beranggapan cukup hati yang ada cacingnya saja yang dimusnahkan. Sedangkan bagian hati lainnya tidak perlu dibakar. Dengan harapan bisa dibagikan ke warga yang membutuhkan. 

“Kami sempat menjelaskan ke mereka, cacing pada hati itu masih bisa menyebar lewat telurnya,” katanya. 

Dari telur itulah, dikhawatirkan bisa membuat cacing yang sudah terinfeksi bisa menular. Sekaligus membahayakan manusia yang mengonsumsinya. Bila ada yang ngotot ingin membawa hati yang sudah terpapar cacing harus membuat surat pernyataan. Sebab, DPKP enggan bertanggung jawab bila ada warga yang memaksa mengonsumsi. Karena berpotensi menyebabkan infeksi sistem empedu serta kanker saluran empedu.

Jumlah hewan yang terinfeksi cacing hati masih mungkin bertambah. Belum semua laporan masuk ke DPKP. “Temuan enam hati sapi yang terpapar itu semuanya dari RPH. Sedangkan tim yang keliling ke lokasi penyembelihan di musala atau masjid belum memberikan laporan lengkap,” ucap mantan Camat Mojoroto tersebut. 

Selain itu, jumlah hewan yang disembelih di RPH juga masih bertambah. Layanan di lembaga milik pemkot ini akan berlangsung hingga besok.

Di Kabupaten Kediri, cacing hati juga ditemukan saat penyembelihan hewan di RPH. Tepatnya di RPH Pare. Kemarin, total ada 32 ekor kambing yang disembelih. Setelah dilakukan pemeriksaan post mortem, dua ekor di antaranya terinfeksi cacing hati.

Di antara dua ekor yang terinfeksi cacing hati itu, satu di antaranya harus dibuang. Sebab sudah masuk kategori berat dan tidak layak dikonsumsi. Cacing sudah menggerogoti 50 persen bagian hati. Sedangkan yang satu lagi masih bisa dilokalisasi. Hanya dibuang bagian yang ada cacingnya saja.

Fakta itu kian meneguhkan pentingnya pemeriksaan ante dan post mortem pada hewan kurban. Selama ini pemotongan hewan di RPH Pare dan Wates-yang dimiliki pemkab-melalui mekanisme pemeriksaan ketat. “Menjalani pemeriksaan antemortem yang dilakukan sebelum hewan disembelih,” terang Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih.

Pemeriksaan antemortem untuk hewan kurban dilakukan sejak sapi tiba di kandang. Itu dimulai dengan pemeriksaan fisik, perilaku, hidung dan mata tidak berair, suhu, umur, kaki, bulu, dan kenormalan testis. “Itu sudah kami lakukan,” tuturnya. 

Sedangkan untuk pemeriksaan post mortem dilakukan setelah hewan disembelih dengan mengambil organ dalam. Untuk memastikan aman dari cacing hati. Mulai dari pemeriksaan usus, paru-paru, hati, limpa. 

Serangkaian pemeriksaan tersebut, untuk memastikan keberadaan cacing hati. Kalau pun ada akan dibuang. “Ante-mortem dan post-mortem syarat pemeriksaan wajib,” ujarnya seraya menyebut pemeriksaan untuk memastikan hewan kurban memang sehat. 

Untuk diketahui, kemarin (21/7) RPH Pare melakukan penyembelihan sebanyak 32 ekor kambing. Juga empat ekor sapi yang dilaksanakan malam hari. (rq/wi/fud)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news