Rabu, 28 Jul 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Korona di Kediri: Stok Langka, Harus Beli Oksigen ke Gresik

21 Juli 2021, 16: 39: 35 WIB | editor : Adi Nugroho

Korona di Kediri

Korona di Kediri (Ilustrasi: Afrizal - radar kediri)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri–Kasus Covid-19 di Kediri Raya yang belum kunjung melandai membuat stok oksigen langka. Rumah Sakit Darurat (RSD) Kediri harus mengambil oksigen ke Gresik untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit. Sebab, pengiriman dari sejumlah distributor terlambat.

Kepala RSD Kediri Yaya Mulyana mengungkapkan, dalam penanganan Covid-19 seperti sekarang, RS harus memastikan stok oksigen mencukupi. Tetapi, dengan kondisi oksigen yang langka, manajemen harus melakukan terobosan. “Terakhir Samator belum bisa mengisi oksigen. Terpaksa harus ke Gresik (membeli oksigen, Red),” ujar Yaya. 

Setidaknya, pegawai RSD sudah membeli oksigen dua kali ke Gresik. Di sana, mereka juga tidak bisa langsung membawa pulang oksigen. Melainkan, harus antre dan memakan waktu sekitar 24 jam.

Baca juga: Idul Adha di Kediri: Warga Banyak Potong Kurban Sendiri

Berangkat sekitar pukul 09.00, baru bisa pulang pukul 09.00 keesokan harinya. Meski membutuhkan waktu yang cukup lama, menurut Yaya cara itu harus ditempuh agar RSD tetap memiliki oksigen dalam jumlah yang cukup. “Kalau sampai terlambat bisa fatal. Mengancam keselamatan pasien,” lanjutnya. 

Lebih jauh Yaya menuturkan, saat ini RSD menangani pasien Covid-19 dengan kondisi sedang dan berat. Sebelumnya, mereka hanya menangani pasien kondisi ringan yang didominasi orang tanpa gejala (OTG). 

Berapa kebutuhan oksigen di RSD? Yaya menjelaskan, dalam sehari, sedikitnya mereka butuh 70-90 tabung. “Sekarang yang berat kebutuhan oksigen tinggi,” terang pria yang juga menjabat plt kabid pelayanan kesehatan di Dinkes Kabupaten Kediri.

Rumah sakit yang terletak di Jl Yos Sudarso Pare itu memiliki 60 bed. Dari jumlah tersebut, hanya 50 bed yang bisa dimanfaatkan. Sebanyak 10 bed lainnya di gedung lantai dua belum bisa dimanfaatkan karena belum ada oksigennya.

Untuk diketahui, kebutuhan oksigen tiap pasien beragam. Pasien kategori berat bisa menghabiskan lima tabung oksigen sehari. Jika 10 bed di lantai 2 tersebut dioperasionalkan, berarti minimal tenaga kesehatan harus mengangkut 70 tabung ke lantai 2 tiap hari. 

Karenanya, selain dibutuhkan sarana oksigen di kamar tersebut, RSD juga harus menambah jumlah tenaga kesehatannya jika ingin mengoperasionalkan ruangan itu. 

Terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri Ahmad Khotib membenarkan tentang langkanya oksigen di Kediri. Upaya membeli oksigen ke Gresik menurutnya dilakukan agar kebutuhan oksigen terpenuhi.

“Ya, harus jemput bola ke Gresik,” tulisnya melalui WhatsApp.

Terkait kasus Covid-19 di Kabupaten Kediri, menurut Khotib masih berfluktuasi. Cenderung tinggi selama seminggu terakhir. Sesuai data dari Pemkab Kediri, pada Minggu (19/7) ada tambahan 138 kasus. Kemudian, Senin (20/7)  224 kasus, dan Selasa (20/7) kemarin bertambah lagi 218 kasus. 

Di Kota Kediri, penambahan kasus Covid-19 kemarin merupakan rekor terbanyak selama 2021. Dalam sehari total ada 86 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 baru. Dengan penambahan tersebut, kasus aktif kini naik menjadi 347 orang. 

Terkait penambahan pasien aktif yang mencapai 61 orang, Sekretaris Daerah (Sekda) Bagus Alit menyebut pembatasan mobolitas warga masih harus dimaksimalkan. Mobilitas warga menurutnya menjadi hulu masalah yang jika diatasi bisa meredam masalah di hilir. 

Untuk meminimalkan kasus dari hulu, menurut Bagus petugas gabungan harus bekerja ekstra. Terutama untuk menertibkan mereka yang dianggap membandel selama PPKM.

Jika mobilitas masyarakat dikendurkan, bagus yakin penularan korona bisa ditekan. Setidaknya kasus di bagian hilir seperti pasien yang menjalani isolasi mandiri, isolasi terpusat dan di rumah sakit tidak melonjak tinggi. “Agar penyebaran wabah bisa menurun, perlu kerja sama semua sektor,” bebernya.

Hingga kemarin, Kota Kediri masih berada di level empat. Artinya, setelah diterapkan zona merah, level tersebut belum berubah. Skor Kota Kediri masih 1,67. 

Tidak hanya penularan kasus yang bertambah tinggi, angka kematian di Kota Kediri juga kian meningkat. Kemarin, ada enam orang yang meninggal dunia. Total kasusnya mencapai 216 orang dengan persentase rata-rata kematian mencapai 10,26 persen. Lebih tinggi dari rata-rata kematian di Provinsi Jawa Timur. 

Sementara itu, saat ini mayoritas pasien positif Covid-19 dirawat di rumah sakit. Baik rujukan maupun darurat. Total yang dibawa ke rumah sakit lebih dari 300 orang. Hanya belasan yang menjalani isolasi mandiri.

Sementara itu, Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono menegaskan, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat diperpanjang hingga 25 Juli. Menindaklanjuti keputusan pemerintah pusat tersebut, Lukman memastikan penyekatan sejumlah titik di Kabupaten Kediri juga tetap dilanjutkan. “Penutupan jalan akan dilakukan hingga Minggu (25/7),” ujarnya.

Meski ada perpanjangan PPKM, Lukman menyebut Polres Kediri belum berencana menambah titik lokasi penyekatan. Hanya saja, dua minggu lalu polres memutuskan untuk menyekat Kampung Inggris. Daerah tersebut dibatasi aksesnya karena masih terlihat beberapa warung yang menerima makan di tempat. 

Selain itu, kawasan Kampung Inggris jadi perhatian karena banyak masyarakat yang belum tertib. Setelah penyekatan, menurut Lukman kondisi di Kampung Inggris sudah terkendali. Saat malam Idul Adha juga tidak terjadi kerumunan di sana. “Sudah diinstruksikan juga sebelumnya. Dan masyarakat menyadari,” terang Lukman.

Seperti diberitakan, PPKM Darurat di Jawa-Bali dimulai sejak 3 Juli lalu. Sedianya PPKM Darurat berakhir kemarin. Tetapi, sesuai pernyataan Presiden Jokowi, pembatasan kegiatan masyarakat diperpanjang hingga Minggu (25/7) depan. (wi/rq/syi/ut)

Update Covid-19 Kota Kediri:

Konfirmasi : 2.106(+86)

Aktif : 347(+61)

Sembuh : 1.543(+19)

Meninggal : 216(+6)

Update Covid-19 Kabupaten Kediri:

Konfirmasi : 7992+218 

Aktif : 1307 +56

Sembuh : 6081 +159

Meninggal : 604+3

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news