Rabu, 28 Jul 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Target PD Pasar Joyoboyo Kediri Rp 10,7 Miliar Bisa Meleset

21 Juli 2021, 16: 35: 28 WIB | editor : Adi Nugroho

Pasar bandar

SEPI: Salah satu sudut Pasar Bandar Kediri. (Rekian - radar kediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri - Penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat turut mengancam pundi-pundi pemasukan Pemkot Kediri. Terutama dari pasar-pasar yang ada dalam naungan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Joyoboyo. Pemasukan dari sektor ini terancam meleset dari target. 

Sebelumnya, PD Pasar Joyoboyo mematok pemasukan sebesar Rp 10,7 miliar. Patokan target itu akan sulit tercapai karena kondisi pasar saat ini. Karena PPKM darurat, semua pedagang yang masuk kelompok non-esensial harus tutup. 

Pihak PD Pasar Joyoboyo mengaku telah terjadi penurunan penjualan yang signifikan. Peurunan itu berkisar 30 hingga 40 persen. Penyebab utamanya tentu saja penerapan PPKM darurat. 

Baca juga: Pemuda Mojo Tenggelam saat Cuci Daging Kurban

PD Pasar Joyoboyo

PD Pasar Joyoboyo (Ilustrasi : Afrizal Saiful Mahbub - radar kediri)

Dari sembilan pasar yang berada di bawah naungan PD Pasar, tiga pasar mengalami penurunan paling besar. Yaitu Pasar Bandar, Pasar Pahing, dan Pasar Setonobetek.

Meskipun kondisinya sosial ekonomi tak berlangsung baik, PD Pasar ternyata tetap optimistis. Mereka enggan mengoreksi target pendapatannya tahun ini. “Kami optismistis tetap bisa memenuhi targetnya,” tandas Direktur Utama PD Pasar Joyoboyo M. Ihwan Yusuf.

Ihwan mengatakan masih ada celah bagi pedagang pasar menaikkan omset penjualannya. Salah satunya bagi pedagang yang kiosnya ditutup didorong berjualan secara daring.

 “Jadi mereka masih bisa tetap berjualan tapi caranya lewat online. Ke depannya pedagang non-esensial ini bisa punya dua lapak, on-line dan off-line,” ucap Ihwan. 

Persoalan penutupan kios pedagang non-esensial di pasar-pasar yang dikelola pemkot tersebut masih memantik protes. Sebab, ketika pedagang non-esensial di pasar tutup, ternyata di tempat lain masih banyak yang buka. Karena itulah dia berharap agar pedagang non-esensial yang ada di luar pasar juga menutup tokonya.

“Kami (PD Pasar, Red) selalu menjadi sasaran protes pedagang ketika masih banyak pedagang non-esensial di tempat lain yang buka. Sementara pedagang di pasar ditutup,” aku Ihwan

Terlepas dari situasi sulit ini, Ihwan mengaku memiliki upaya lain untuk mengejar target Rp 10,7 miliar itu. Di antaranya adalah menyelesaikan masalah di Pasar Pahing. Penyelesaian soal pembayaran sewa kios di Pasar Pahing itu menjadi program prioritas. Masalah tersebut harus diselesaikan tahun ini.

Selanjutnya adalah pembernahan fasilitas di pasar-pasar. Terutama mencegah kebocoran dari biaya parkir kendaraan. Ihwan menerangkan mereka sudah menerapkan pembayaran lewat karcis elektronik. Saat ini lokasi yang sudah melaksanakan karcis elektronik tersebut adalah Pasar Setonobetek. Dia berharap, pasar lainnya bisa diberlakukan dengan model yang sama. Namun, harus bertahap.  

Ihwan menegaskan bahwa PD Pasar Joyoboyo ini dibentuk untuk mencari profit tanpa harus menurunkan pelayanan. “Target pendapatan yang sudah kami siapkan itu menjadi tolak ukur kinerja dalam satu tahun ini,” ujarnya. 

Untuk diketahui, PD Pasar Joyoboyo menargetkan Rp 10,7 miliar dari sembilan pasar yang dinaunginya. Selain tiga pasar yang telah disebut di atas, lainnya adalah Pasar Grosir Buah dan Sayur di Ngronggo, pasar hewan, Pasar Bandarngalim, Pasar Bawang, Pasar Mrican, dan Pasar Banjaran.

Pantauan koran ini, semua pedagang non-esensial di Pasar Bandar saatini tutup. Pedagang mematuhi aturan PPKM darurat. Beberapa kios yang masih buka hanya berjualan sembako. Ketika dikonfirmasi, mereka enggan menanggapi kebijakan PPKM darurat yang membuat pasarnya kini menjadi sepi.(rq/fud) 

Tentang PD Pasar Joyoboyo

Mengelola sembilan pasar yang tersebar di tiga kecamatan. 

Tiga pasar menjadi penyumbang pendapatan besar, yaitu Pasar Grosir, Setonobetek, Pasar Banjaran. 

Pasar Grosir sehari bisa menyumbang Rp 15 juta per hari, Pasar Setobetek Rp 7 juta per hari, dan Pasar Banjaran Rp 2-3 juta per hari. 

Pasar-pasar lainnya rata-rata di bawah Rp 1 juta.

Pendapatan berasal dari sewa kios, retribusi, dan parkir.

Keterangan: Disarikan dari berbagai sumber   

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news