Rabu, 28 Jul 2021
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Hanyut! Penambang Pasir Asal Jombang Ditemukan di Mrican

21 Juli 2021, 15: 42: 50 WIB | editor : Adi Nugroho

Tambang pasir

EVAKUASI: Personel BPBD Kota Kediri dan tim Basarnas Trenggalek mengevakuasi jenazah korban tenggelam yang ditemukan di Sungai Brantas, Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto kemarin. (Ilmidza Amalia Nadzira - radar kediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Dua hari hanyut di Sungai Brantas, Kelurahan Semampir, Subandi, 56, penambang pasir yang tenggelam, akhirnya ditemukan kemarin. Jasad pria asal Desa Pojokrejo, Kecamatan Kesamben, Jombang ini ditemukan mengambang di wilayah Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto. 

Jenazahnya langsung dibawa ke RS Bhayangkara Kediri, kata Plt Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri Indun Munawaroh.

Sebelumnya pada Senin (19/7), Subandi menambang pasir manual. Dia menyelam ke dasar Sungai Brantas. Beberapa penambang sempat melihat Subandi menyelam beberapa kali. Kemudian, membersihkan kotoran di sekitar perahu.

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Penumpang saat Idul Adha 1442 H

Namun tak lama kemudian, teman-temannya tidak melihatnya lagi. Diduga kakinya kram. Korban mungkin tidak bisa bergerak sehingga terjatuh ke sungai. Berselang setengah jam teman-temannya memanggil kok tidak ada. Langsung semuanya ikut mencari dari kemarin," papar Indun.

BPBD yang menerima laporan bergerak cepat ke lokasi. Indun juga berkoordinasi Basarnas Trenggalek untuk pencarian. Mereka datang Senin sekitar pukul 17.00. Namun pencarian di titik-titik Sungai Brantas hingga pukul 23.00 tak menuai hasil.

Menurut Komandan Tim Basarnas Trenggalek Imam Nahrawi, timnya mencari di empat titik selain di lokasi korban menambang pasir. Yakni di bawah Jembatan Semampir, di wilayah Mrican, dan memantau di darat dengan motor," terangnya.

Sampai akhirnya, jasad Subandi ditemukan di Mrican. Jaraknya tiga kilometer dari lokasi tempatnya menambang. Jenazahnya masih utuh. Pakaian dan alat penerangan yang terpasang di kepalanya juga masih menempel. "Korban dalam posisi tengkurap," ungkapnya.

Imam menyatakan, yang menimpa Subandi adalah kecelakaan air. Tidak ada bekas penganiayaan maupun luka-luka. "Langsung dievakuasi ke rumah sakit karena pihak keluarga sejak Senin juga sudah di lokasi pencarian," pungkasnya. (ica/ndr)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news