Rabu, 28 Jul 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Antisipasi Lonjakan Penumpang saat Idul Adha 1442 H

Liburan Tidak Boleh Naik Kereta Api

21 Juli 2021, 12: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

KA

BATASI PENUMPANG: Kereta Api melintas di Kertosono kemarin. Calon penumpang yang ingin liburan dilarang naik kereta api untuk mencegah penularan Covid-19. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- PT KAI Daop 7 Madiun memperketat aturan bagi calon penumpang kereta api (KA) jarak jauh saat libur Hari Raya Idul Adha. Manajemen memastikan bahwa KA jarak jauh hanya untuk penumpang yang bekerja di sektor esensial dan kritikal serta untuk kepentingan yang sangat mendesak. Otomatis, calon penumpang yang ingin liburan tidak diizinkan naik kereta api.

"Kebijakan ini berlaku mulai keberangkatan tanggal 20 sampai dengan 25 Juli 2021," ujar Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko kepada Jawa Pos Radar Nganjuk kemarin.

Aturan tersebut mengacu pada Surat Edaran (SE) Kemenhub No 54/2021 tentang Perubahan Kedua Atas Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor SE 42 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Perkeretaapian pada Masa Pandemi Covid-19.

Baca juga: Pria Misterius Tewas Tenggelam di Brantas

Sesuai Instruksi Mendagri Nomor 18/2021 tersebut pihaknya membagi jenis penumpang ke dalam beberapa bagian. Yaitu bidang yang menjadi sektor esensial adalah keuangan dan perbankan, pasar modal, TI dan komunikasi, perhotelan non-penanganan karantina Covid-19, dan industri orientasi ekspor.

Kemudian yang termasuk sektor kritikal adalah kesehatan, keamanan dan ketertiban masyarakat, penanganan bencana, energi, logistik, transportasi dan distribusi.

Ixfan mengatakan, calon penumpang dari sektor kritikal dan esensial harus menunjukkan beberapa dokumen pendukung. Seperti, Surat Tanda Registrasi (STR) Pekerja dan surat keterangan (SK) lainnya yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat. Tak hanya itu dokumen pendukung juga bisa berupa surat tugas yang ditandatangani oleh pimpinan perusahaan atau pejabat minimal eselon II. "Wajib berstempel, cap basah atau tanda tangan elektronik," imbuh Ixfan.

Sedangkan yang dimaksud penumpang dengan kepentingan mendesak yaitu pasien dengan kondisi sakit keras dan ibu hamil yang didampingi oleh satu orang anggota keluarga. Lalu, penumpang dengan kepentingan persalinan yang didampingi maksimal dua orang.

Sama dengan penumpang sektor kritikal dan esensial, penumpang dengan kepentingan mendesak juga harus menunjukkan dokumen pendukung. Yang mana dibuktikan dengan menunjukkan surat keterangan perjalanan. Antara lain surat rujukan RS, surat pengantar, surat keterangan kematian, atau surat keterangan lainnya.

"Pada masa libur Idul Adha ini perjalanan KA jarak jauh sementara hanya diperbolehkan untuk penumpang berusia di atas 18 tahun," ujar Ixfan.

Berdasarkan pengamatan wartawan koran ini kemarin, Stasiun Kertosono terlihat sepi. Tidak ada antrean calon penumpang di loket atau duduk di ruang tunggu.

(rk/tar/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news