Rabu, 28 Jul 2021
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features

Mengintip Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Nganjuk saat Idul Adha 1442 H

Kaget saat Hanya Menyembelih Empat Sapi

21 Juli 2021, 12: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Sapi

PALING SEPI: Petugas RPH Nganjuk bersiap menyembelih sapi kurban kemarin. Kemarin hanya ada empat ekor sapi yang disembelih. (Karen Wibi - radarkediri.id)

Share this          

Hari Raya Idul Adha 1442 H berbeda dengan tahun-tahun sebelum pandemi Covid-19. Pemkab Nganjuk melarang salat Idul Adha di masjid dan lapangan. Pemkab juga meminta masyarakat menyembelih hewan kurban ke RPH. Ini dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19. Namun, bayangan RPH adanya antrean hewan kurban yang akan disembelih ternyata tidak terjadi di RPH Nganjuk.

KAREN WIBI. NGANJUK, JP Radar Nganjuk

RPH Nganjuk ada di Kelurahan Ganung Kidul, Kecamatan Nganjuk. Lokasinya strategis. Ada di tepi jalan raya. Papan nama RPH Nganjuk juga terpampang di depan.

Baca juga: Jalan A. Yani Jadi Satu Arah

Setelah masuk ke RPH Nganjuk, antrean hewan kurban yang akan disembelih ternyata tidak ada. Hanya ada empat ekor sapi di sana. "Sepi. Sehari ini cuma empat ekor sapi saja yang disembelih untuk kurban," keluh Hendra Setiawan, salah satu petugas RPH Nganjuk kemarin.

Ini menjadi rekor penyembelihan paling sedikit di RPH tersebut. Karena tahun lalu saja saat awal pandemi Covid-19 di Indonesia, hewan kurban yang disembelih saat Idul Adha masih mencapai belasan ekor. Sehingga, petugas harus bekerja pagi hingga sore hari. "Kami sempat kaget saat tahu hari ini (kemarin, Red) hanya ada empat ekor sapi saja yang disembelih," ujar Hendra.

Karena hanya empat ekor, penyembelihan hanya dilaksanakan beberapa jam. Bahkan ketika jarum jam menunjukkan pukul 12.00 WIB, petugas sudah tidak melakukan apa-apa. Empat ekor sapi sudah selesai disembelih dan diperiksa kesehatannya.

Penyembelihan hewan kurban di RPH ini sebenarnya sangat penting. Karena petugas di RPH komplet. Selain ada tukang menyembelih hewan, RPH juga memilih petugas kesehatan. Di RPH Nganjuk ada tiga petugas kesehatan yang bertugas saat Idul Adha. Mereka mengecek kesehatan sapi sebelum disembelih. Mulai dari mata hingga air liur sapi dicek. Setelah dinyatakan sehat, sapi diistirahatkan dulu. Tujuannya sapi tidak stres dan mengamuk. Waktu istirahatnya sekitar tiga jam. "Ini agar kualitas daging sapi baik saat disembelih," ujar Hendra.

Setelah disembelih, petugas tidak langsung memberikan daging ke warga yang menyembelihkan sapinya. Namun, hati sapi diperiksa. Ini untuk memastikan agar sapi benar-benar sehat dan layak dikonsumsi. "Setelah semuanya sehat maka sapi yang sudah disembelih dan dikuliti kami serahkan," ungkap Hendra.

Terkait sepinya hewan kurban yang disembelih RPH Nganjuk diduga karena beberapa faktor. Mulai dari perekonomian masyarakat yang drop karena pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir, adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, hingga masyarakat yang tetap nekat menyembelih hewan kurban di lingkungannya sendiri. Karena meski sudah ada Surat Edaran (SE) Bupati No 451/1898/411.013/2021  yang melarang pemotongan hewan kurban di masjid dan musala tetapi masyarakat masih nekat melakukannya. Sehingga, RPH yang diharapkan menjadi tempat pemotongan hewan kurban menjadi sepi. "Semoga saja pandemi Covid-19 ini segera berakhir dan semua kembali normal," harap pria berusia 37 tahun ini.

(rk/tar/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news