Rabu, 28 Jul 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Sulap Sungai Slumbung Kumuh Menjadi SFF

Sediakan Puluhan Stan Kuliner Milenial

21 Juli 2021, 12: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

KEN

Kawasan Ekonomi Nganjuk (Ilustrasi : Afrizal Saiful Mahbub - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Kawasan Ekonomi Nganjuk (KEN) di Jalan A. Yani memiliki banyak magnet untuk menarik pengunjung. Magnet pertama adalah Jayastamba dengan tinggi 9 meter di Perempatan Jalan A. Yani. Jayastamba yang akan dihiasi dengan lighting warna-warni tersebut menjadi ikon Kabupaten Nganjuk. Di sana, pengunjung bisa foto atau swafoto dengan background Jayastamba. Kemudian, pedestrian yang keren dengan tempat duduk untuk nongkrong anak-anak muda.

Ketiga adalah Slumbung Food Festival (SFF). "SFF ini adalah pusat kuliner di KEN yang konsepnya milenial," ujar Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP) Kabupaten Nganjuk Agus Frihannedy.

Konsep milenial di SFF sengaja dipilih karena pengunjung KEN adalah kaum milenial. Mereka akan menikmati keindahan malam di KEN bersama teman-teman dan keluarganya. Karena itu, KEN akan menonjolkan permainan lighting untuk memanjakan mata pengunjung di malam hari.

Baca juga: Sopir Truk Asal Tugurejo Ngasem Tewas di Gurah

Kali

KUMUH: Banyak sampah di Sungai Slumbung menyebabkan bau tidak sedap. (Karen Wibi - radarkediri.id)

Dengan konsep milenial,  kuliner di SFF juga harus cocok dengan lidah dan style anak muda. "Kalau jualan kopi, yang meracik kopinya harus barista," ujar Agus.

Dengan adanya SFF, bisa menghidupkan perekonomian masyarakat. Lapangan pekerjaan baru juga bisa muncul. Rencananya ada 40 stan SFF yang disediakan. SFF nanti ada di atas Sungai Slumbung yang berada di sebelah timur dan barat Jalan A. Yani Nganjuk.

SFF tersebut tidak hanya untuk menghidupkan perekonomian tetapi juga sebagai solusi untuk persoalan di Sungai Slumbung. Di sana, Sungai Slumbung sangat kumuh. Banyak sampah di sana. Airnya keruh dan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Saat pagi, Sungai Slumbung dijadikan tempat berjualan ayam dan pedagang kaki lima (PKL). Jika nanti SFF dibangun maka pedagang ayam dan PKL di sana harus pindah ke Pasar Wage. "SFF  nanti akan membuat Slumbung yang kumuh menjadi bersih dan menarik," ujar mantan kepala dinaskerkop ini.

Berdasarkan pengamatan wartawan koran ini untuk lahan yang akan dijadikan SFF sudah dicor untuk sebelah barat. Lebarnya sekitar 4 meter dan panjangnya sekitar 10 meter.  Kemarin, lokasi tersebut dijadikan pedagang ayam yang menggunakan sepeda motor untuk berjualan. Selain pedagang ayam, ada PKL yang berjualan soto ayam, pedagang sayuran, dan peralatan masak. Mereka berjualan mulai pukul 06.00 WIB hingga 10.00 WIB.

Sedangkan, di sebelah timur lokasi SFF yang kedua masih belum dicor atasnya. Sehingga, Sungai Slumbung yang kumuh masih terlihat jelas. Banyak sampah di sana. Aroma tidak sedap juga tercium. "Nanti yang belum dicor itu akan kami cor untuk Slumbung Food Festival juga," ujar Agus.

Sementara itu, sejumlah pedagang ayam yang ditemui wartawan koran ini mengaku tidak mempersoalkan jika tempat jualannya dijadikan SFF. "Kami tidak masalah dipindah. Tetapi tempat jualan nanti harus ramai dan strategis. Jangan sepi," ujar Teguh Priyono, 33, warga Desa/Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk.

Selain itu, Teguh mengharapkan, lokasi pedagang ayam nanti harus lebih baik dari tempat mereka berjualan. "Harus lebih bersih dan tidak bau seperti ini," ujarnya.

(rk/tar/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news