Rabu, 28 Jul 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Percepat Vaksinasi, Ini yang Dilakukan Pemkot Kediri

20 Juli 2021, 16: 11: 42 WIB | editor : Adi Nugroho

Nakes kediri

UNTUK NUTRISI: Seorang tenaga kesehatan di RSD Kediri Lagi mengambil makanan yang akan diantar ke pasien korona. (Dewi Ayu Ningtyas - radar kediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri - Pemkot Kediri terus berusaha mempercepat vaksinasi. Mereka menggandeng relawan dari kelompok mahasiswa untuk membantu upaya tersebut. 

“Sekarang ada 60 mahasiswa. Minggu depan bergabung lagi sebanyak 300 mahasiswa,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (P2P Dinkes) Kota Kediri Alfan Sugiyanto.

Bertambahnya relawan membuat lokasi vaksinasi pun bertambah. Kemarin misalnya, proses penyuntikan berlangsung di beberapa tempat. Di kantor kejaksaan negeri, di rumah sakit DKT, RS Bhayangkara, hingga kantor Kelurahan Balowerti.

Baca juga: Letkol Art Asmono Dimakamkan Satu Liang Lahat dengan Istrinya

Hingga Minggu (18/7), sudah ada 122.866 orang yang tervaksin. Dia berharap vaksinasi ini bisa segera tuntas. 

Di kesempatan terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Covid-19 dr Fauzan Adima mengatakan Kota Kediri masih zona merah. Skornya 1,67 dengan status risiko tinggi. Status zona tersebut akan semakin panjang lantaran kasus terkonfirmasinya mencapai 18 kasus. Kasus positifnya mencapai 2.020. 

Selain itu, kasus meninggal karena korona juga meningkat. Ada tambahan tiga orang yang membuat total kasus meninggal 210 orang. Bila dirata-rata mencapai 10,40 persen. 

Jumlah kasus masih berpotensi meninggi. Menyusul adanya kasus aktif setelah tim menggelar rapid tes. Yaitu sebanyak 83 orang. “Tadi (kemarin, Red) yang melaksanakan rapid test ada 237 (orang),” ujar dr Fauzan. 

Hingga saat ini, GTPP memantau 286 kasus aktif. Dari jumlah itu 200 di antaranya dirawat di rumah sakit. Sedangkan yang menjalani isolasi mandiri 12 orang.

Sementara itu, beban kerja yang dipikul tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Darurat (RSD) Kediri Lagi kian berat. Menyusul puluhan nakes yang telah terpapar Covid-19. Karena itu pihak rumah sakit berharap ada tambahan nakes lagi untuk mereka.

“Saat ini beban kerja mereka semakin bertambah,” ujar Kepala RSD Kediri Lagi Yaya Mulyana kemarin (19/7). 

Tambahan nakes itu juga terkait pergeseran layanan RSD. Awalnya rumah sakit ini dipersiapkan untuk menangani pasien kondisi ringan. Sementara saat ini pasien yang masuk dalam kondisi sedang dan berat. Perhitungan kebutuhan nakesnya pun jadi berubah, menjadi meningkat.

Dalah perhitungan lama, satu orang nakes bisa menangani satu pasien. Namun, dengan kondisi pasien yang berat, maka empat nakes hanya bisa menangani seorang saja. Apalagi jumlah yang dilayani juga bertambah. 

Belum lagi fakta bahwa ada puluhan nakes yang terpapar. Total, ada 23 pegawai di RSD yang dinyatakan positif Covid-19. Kondisi itu mengurangi kekuatan tenaga medis yang totalnya 90 orang itu. Itupun setelah mendapatkan tambahan nakes dari RSUD Kabupaten Kediri (RSKK).

Beban itu semakin bertambah karena nakes harus menghadapi situasi-situasi tak normal. Seperti soal persalinan misalnya, mereka awalnya disiapkan untuk persalinan normal. Namun yang terjadi juga melayani pasien dengan kondisi patologis (letak sungsang). 

“Harus menolong yang sungsang karena rumah sakit rujukan semua penuh pasien di persalinannya. Akhirnya kami menolong di rumah sakit darurat dibantu bidan dari RSKK,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Plt Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Kediri. 

Hal itulah yang menjadikan alasan perlunya penambahan nakes. Terutama karena mereka juga melakukan penambahan tempat tidur (TT). (rq/wi/fud)

Konfirmasi : 2.020(+18) 

Aktif : 286(-6) 

Sembuh : 1.524(+21) 

Meninggal : 210(+3) 

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news