Rabu, 28 Jul 2021
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features
OBITUARI

Letkol Art Asmono Dimakamkan Satu Liang Lahat dengan Istrinya

20 Juli 2021, 15: 53: 06 WIB | editor : Adi Nugroho

Asmono

BERPULANG: Letkol Art Asmono.

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri–Ajal tak membuat cinta Letkol Art Asmono kepada Sri Ningsih berkurang. Mantan Bupati Kediri yang berpulang Senin (19/7) dini hari kemarin itu justru kembali bersama sang istri yang sudah meninggal pada 2010 lalu. Sebab, pria yang menjabat bupati pada 1985-1990 silam itu dimakamkan satu liang lahat dengan kekasih hatinya tersebut. 

Arna Fera Juanie, putri sulung Asmono menuturkan, semasa hidup Asmono memang sudah berpesan kepada anak cucunya. Yakni, setelah meninggal dia ingin dimakamkan satu liang lahat dengan sang istri. “Ada kisah romantis, beliau sudah berkeinginan sejak lama dimakamkan satu liang lahat dengan ibu,” ujar perempuan yang akrab disapa Arna tersebut. 

Demi memenuhi keinginannya, keluarga benar-benar memakamkan Asmono satu liang lahat dengan istrinya. Sekitar pukul 09.00 kemarin, Asmono pun kembali bersama pujaan hatinya di makam Keputih, Surabaya. 

Baca juga: Diperpanjang, Pencairan BPUM di BRI Bisa Sampai Desember 2021

Dia menyusul pendamping hidupnya yang sudah meninggal 2010 lalu akibat penyakit kanker. “Ini adalah makam istri saya. Makam uti kalian. Makam mama kalian. Nanti kalau tiba saatnya kakung seda kakung mau di sini sama uti itu,” lanjut Arna menirukan ucapan almarhum Asmono saat berziarah bersama anak cucunya jelang Ramadan beberapa bulan lalu. 

Keluarga bersyukur, proses pemakaman Asmono relatif berjalan lancar. Mereka juga bisa mendapat rekomendasi pemakaman secara biasa dari puskesmas. Sebab, mantan Bupati Kediri itu memang tidak meninggal karena Covid-19.

Untuk diketahui, pria kelahiran Tulungagung, 18 Agustus 1936 silam itu meninggalkan empat orang anak. Tiga putri dan satu putra. Dia mengembuskan napas terakhir dini hari kemarin setelah mengeluh nyeri punggung. 

Selain menunjukkan cinta yang besar untuk istrinya, Asmono juga dikenal sebagai bapak yang penyayang. Meski anak-anaknya sudah menikah, Asmono selalu ingin mengetahui kondisi seluruh keluarganya. 

Karenanya, Asmono sangat sering berkomunikasi dengan keluarga. Bahkan, saat salah satu keluarganya tak memberi kabar, dia akan terus menanyakannya. Meski, anak-anaknya itu tinggal di satu kompleks. “Saudara jauhnya juga akan rutin ditelepon satu per satu,” jelasnya. 

Intensitas meneleponnya akan lebih sering saat putra-putrinya berada di luar kota. Asmono bisa menelepon hingga 3-4 kali dalam sehari. “Lagi apa, sedang makan atau belum. Itu pun kontrol terhadap saya hingga umur sekian di tanya seperti minum obat,” kenang perempuan berusia 55 tahun itu seraya tertawa. (wi/ut)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news