Sabtu, 18 Sep 2021
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features
Kerja Keras Sopir Ambulans saat Pandemi Covid

Kerja 24 Jam, Sehari Bisa Antar Puluhan Jenazah

19 Juli 2021, 12: 25: 49 WIB | editor : Adi Nugroho

Bima

SEMANGAT: Bima Priyambodo siap mengantar jenazah pasien Covid-19 ke tempat pemakaman umum. (Karen Wibi - radarkediri.id)

Share this          

Sopir ambulans menjadi orang yang supersibuk saat ini. Meningkatnya jumlah  penderita Covid-19 di Nganjuk membuat sopir ambulans tidak berhenti bekerja. Mereka harus kerja keras untuk merujuk pasien dan mengantar puluhan jenazah ke tempat pemakaman umum.

Kami harus kerja 24 jam,” ujar Bima Priambodo, salah satu sopir ambulans RSUD Nganjuk kemarin. Banyaknya pasien yang dirujuk dan meninggal dunia karena Covid-19 membuat Bima dan 11 sopir lainnya harus kerja ekstrakeras. Jika sebelum pandemi Covid-19, 12 sopir tersebut bekerja dengan sistem shift. Yaitu pagi, siang, dan malam. Namun, saat kasus Covid-19 di Nganjuk meledak, jam kerja 8 jam tidak berlaku. Sopir ambulans harus rela kerja 24 jam.

Setelah nglembur 24 jam, sopir ambulans bisa libur sehari. Itu teorinya. Namun, praktiknya, mereka tidak tega saat ada jenazah yang harus diantar masih berada di kamar jenazah. Sehingga, meski harusnya pulang, Bima dan rekan-rekannya rela mengantarkan jenazah ke tempat pemakaman umum terlebih dulu. ”Kasihan kepada yang meninggal dunia dan keluarganya,” ujarnya.

Baca juga: Penjualan Kambing Kurban di Nganjuk merosot karena PPKM Darurat

Berat

BERAT: Sopir Ambulans RSUD Nganjuk mengangkat peti jenazah ke ambulans. (Karen Wibi - radarkediri.id)

Kejadian paling mengenaskan terjadi pada Minggu (11/7). Saat itu, Bima dan timnya mengantar jenazah dari pagi hari hingga pagi lagi. ”Ada 39 jenazah yang kami antarkan,” ujarnya. Karena itulah, Bima berharap, masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Karena Covid-19 itu ada dan berbahaya. Banyak korban jiwa karena virus yang muncul pertama kali di Wuhan, Tiongkok pada 2019 itu.

Selain mematuhi prokes, bapak satu anak ini meminta pengguna jalan untuk membantu sopir ambulans dengan memberikan jalan. Karena sopir ambulans itu dikejar waktu. Mereka harus berjuang menolong pasien yang sedang kritis ke rumah sakit rujukan atau membawa jenazah yang sudah ditunggu keluarganya. ”Tolong jangan maki-maki kami,” pintanya.

Selain membantu sesama, Bima dan teman-temannya juga mempertaruhkan nyawa. Mereka rawan terpapar virus korona. Memakai alat pelindung diri (APD) lengkap dan mematuhi prokes jadi tameng berlindung dari virus korona. ”Rasanya panas, sumuk, dan ngos-ngosan memakai APD itu,” ujarnya.

Secara terpisah, Plt Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menegaskan, Nganjuk saat ini masuk zona merah. Penularan Covid-19 di Nganjuk sangat cepat. Ini karena diduga varian delta sudah masuk. ”Gerakan saling mengingatkan prokes ini harus dilaksanakan agar Covid-19 tidak merajalela,” ujarnya.

(rk/tar/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news