Rabu, 28 Jul 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Rp 28 Miliar untuk Kawasan Ekonomi Nganjuk

Hidupkan Perekonomian, Jayastamba Jadi Ikon

19 Juli 2021, 12: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

KEN

Kawasan Ekonomi Nganjuk (Ilustrasi : Afrizal Saiful Mahbub - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Pemkab Nganjuk akan menciptakan Kawasan Ekonomi Nganjuk (KEN). Rencananya pembangunan KEN dilaksanakan di Jalan Ahmad Yani Nganjuk hingga Alun-Alun Nganjuk. "KEN ini untuk menghidupkan perekonomian di Nganjuk," ujar Plt Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi.

Dengan perekonomian yang hidup diharapkan pengangguran bisa berkurang. Angka kemiskinan juga tidak terlalu tinggi. Karena

pandemi Covid-19 telah memporak-porandakan perekonomian di Indonesia, termasuk Kabupaten Nganjuk. Pengangguran terus meningkat. Di tahun 2020, pengangguran di Nganjuk mencapai 26.523 orang.

Baca juga: Gelandang Persik Jordan Zamorano: Tahun Pertama Berkurban Kambing

KEN

Kawasan Ekonomi Nganjuk (Grafis: Dedi Nurhamsyah - radarkediri.id)

Angka tersebut lebih besar dibandingkan tahun 2019. Karena data di Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nganjuk, pengangguran di 2019 hanya 17.681 orang. Kemungkinan besar, pengangguran di tahun ini juga akan lebih besar dibandingkan tahun 2020. Sebab, pandemi Covid-19 belum berakhir. Bahkan, pemerintah harus menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat sejak 3 Juli hingga 20 Juli. Kabarnya, PPKM ini akan diperpanjang karena penyebaran Covid-19 belum terkendali. Otomatis, perekonomian di Nganjuk juga semakin terpuruk.

"Semoga KEN bisa membangkitkan perekonomian di Nganjuk di tahun 2022," harap Marhaen.

Lalu seperti apa KEN itu? Secara teknis, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPRKPP) Kabupaten Nganjuk Agus Frihannedy menjelaskan, KEN nanti sebagai pusat perekonomian di Kota Nganjuk. Segala kegiatan perekonomian akan ada di KEN.

Untuk itu, ikon Kabupaten Nganjuk akan didirikan di KEN. Ikon tersebut adalah prasasti Jayastamba. Lokasinya di tempat paling strategis. Yaitu, perempatan Jalan A. Yani. Agar terlihat gagah, Jayastamba nanti tingginya 9 meter. Kemudian, ada lighting untuk memperindah Jayastamba di malam hari. Sehingga, pengunjung bisa swafoto dengan background Jayastamba.

Pemilihan Jayastamba sebagai ikon Kabupaten Nganjuk bukan tanpa alasan.   Jayastamba yang berarti Tugu Kemenangan ini menjadi sejarah berdirinya Kabupaten Nganjuk. Prasasti inilah yang dijadikan penentuan untuk penetapan Hari Jadi Kabupaten Nganjuk. Di prasasti ini, tertulis Nganjuk berdiri sejak 10 April 937. "Asal usul Kabupaten Nganjuk ini ada di  Jayastamba," ujarnya.

Agus mengatakan, Pemkab Nganjuk tidak mau menjiplak ikon dari daerah lain atau negara lain. Karena Kabupaten Nganjuk memiliki sejarah dan budaya sendiri. "Kita itu harus bangga dengan seni dan budaya sendiri," ujarnya.

Selain mendirikan Jayastamba raksasa, pemkab juga akan melanjutkan pembangunan pendestrian di sepanjang Jalan Ahmad Yani sebelah timur dan sebagian sebelah barat. Jika ditotal, pedestrian yang akan digarap nanti sepanjang 2,5 kilometer. Sehingga, Jalan A. Yani akan menjadi Malioboronya Nganjuk. Istimewanya, jalan di sana akan dibuat lebih keren dibandingkan Jalan Malioboro di Jogjakarta. Tempat duduk yang disediakan banyak. Kemudian, akan ada permainan lighting di malam hari. "Lantai trotoar akan menggunakan granit pilihan," tandasnya.

Tak hanya itu, pengunjung juga bisa berkuliner milenial. Pemkab akan menyulap Sungai Slumbung menjadi Slumbung Food Festival.

Atas Sungai Slumbung akan dicor. Kemudian, Slumbung Food Festival akan ada di atasnya dengan konsep milenial. "Nanti akan ada 40 pedagang yang bisa berjualan di Slumbung Food Festival," ujarnya.

Mantan kepala Disnakerkop Kabupaten Nganjuk ini menjamin KEN akan semakin indah saat malam hari. Karena konsep KEN ini adalah wisata malam hari.  Ada permainan lampu di sepanjang Jalan A. Yani saat matahari tenggelam. Kemudian, di Alun-Alun Nganjuk yang menghadap Jalan A. Ayani akan dibangun 20 pilar dengan tinggi 12 meter. 20 pilar itu melambangkan 20 kecamatan di Kabupaten Nganjuk.

"Pilar-pilar itu akan menjadi lampu sorot saat malam hari," ujarnya.

Lalu berapa anggaran untuk pembangunan KEN? Agus mengatakan, anggaran yang disiapkan untuk KEN sebesar Rp 28 miliar. Pembangunan akan dimulai Agustus nanti. "Desember KEN harus selesai," pungkasnya.

Prasasti Jayastamba (Tugu Kemenangan)

Tinggi: 9 Meter

Hiasan: Lighting di Malam Hari

Lokasi: Perempatan Jalan A. Yani

Tujuan: Jadi Ikon Nganjuk

Slumbung Food Festival

Kapasitas: 40 Pedagang

Lokasi : Di Atas Sungai Slumbung

Tujuan: Pusat Kuliner Milenial

20 Pilar di Alun-Alun Nganjuk

Tinggi: 12 Meter

Lokasi: Sebelah Selatan Alun-Alun Nganjuk

Tujuan: Memperindah Alun-Alun Nganjuk dan Lampu Sorot ke Jalan A. Yani

(rk/tar/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news