Rabu, 28 Jul 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Di Kediri, NU-Muhammadiyah Imbau Salat Id di Rumah

19 Juli 2021, 11: 05: 29 WIB | editor : Adi Nugroho

idul adha

TALI KELUH: Seorang pedagang menarik seekor sapi untuk dinaikkan ke kendaraan setelah terjadi transaksi di Pasar Hewan Pare kemarin. (Dewi Ayu Ningtyas - radar kediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri - Dua ormas Islam besar, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, sepakat dengan aturan pemerintah yang meminta umat Islam salat Idul Adha di rumah masing-masing. Mereka mengimbau agar warga mematuhi imbauan pemerintah tersebut.

“Kita tidak akan pernah tahu kapan dan bagaimana kita bisa tertular. Untuk kebaikan bersama kita bisa menjalankan ibadah dari rumah,” kata Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Kediri Fauzan Saleh.

Fauzan menegaskan, kondisi saat ini tidak main-main. Korban sudah banyak yang berjatuhan. Karena itu upaya penyelamatan harus dilakukan. Termasuk melakukan ikhtiar seperti di atas, menghindari beribadah yang melibatkan massa yang besar.

Baca juga: PT KAI Hanya Operasikan Dua Kereta Jarak Jauh, Ini Alasannya

Hal senada disampaikan oleh NU. Mereka meminta warga mematuhi aturan dan  menghindari penularan. Salah satunya dengan melakukan salat Id di rumah masing-masing. “Silakan salat Id di rumah masing-masing. Saat ini situasinya tidak memungkinkan,” kata Ketua Tanfidiyah PCNU Kota Kediri Abu Bakar Abdul Jalil.

Bila warga masih ada yang ingin menggelar salat Id berjamaah di masjid, lelaki yang biasa disapa Gus Ab ini mengingatkan harus dengan prokes yang ketat. Pun, hal itu hanya diperbolehkan di masjid-masjid yang benar-benar aman. Termasuk harus diikuti oleh warga di lingkungan terbatas.

“Khutbahnya harus singkat. Bila masjidnya besar, jamaah harus dibagi di beberapa titik,” ingat lelaki yang juga ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Kediri ini.

Di Kota Kediri, beberapa masjid sudah menegaskan tak akan menggelar salat Idul Adha. Seperti Masjid Agung. Penegasan ini disampaikan oleh Lurah Kampung Dalem Ika Ardiyanto. “Sampai saat ini (Masjid Agung) masih tutup,” tegasnya.

Sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 15/2021 tentang PPKM Darurat Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali, pelaksanaannya akan berakhir 20 Juli, tepat saat Hari Raya Idul Adha. Pemkot juga telah mengeluarkan surat edaran  tentang pembatasan kegiatan masyarakat di tempat ibadah dan pelaksanaan malam takbiran, salat Idul Adha, dan kurban.  Pemkot meniadakan kegiatan salat Id di musala atau masjid dan takbir keliling.

Sementara itu, persiapan penyembelihan hewan kurban di rumah potong hewan (RPH) dimatangkan. Pemerintah menyusun tata cara pelaksanaan secara matang agar tak terjadi kerumunan dan antrean.

Pemkab Kediri menyiapkan dua RPH-nya untuk melayani warga yang melakukan penyembelihan hewan kurban. Yaitu di RPH Pare dan di RPH Wates. Rencananya, seperti apa skema penyembelihan nanti akan dituntaskan hari ini (19/7).

“Skema pasti masih besok (hari ini, Red),” aku Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih kemarin (18/7).

Ada tiga skema yang dipersiapkan. Pertama, juru sembelih melayani sepenuhnya mulai pemotongan hingga pengemasan daging. Orang yang berkurban tinggal membagi kepada yang berhak.

Selain itu, ada skema juru sembelih melakukan pemotongan hewan saja tanpa pengemasan. Juga, ada skema melakukan pemotongan hewan di tempat.

Terkait penyembelihan hewan kurban di dua RPH, akan dilakukan dengan pengawasan dan protokol kesehatan (prokes) ketat. Petugas khusus akan memantau sepanjang proses kurban.

Hingga kemarin, ada beberapa warga yang telah mendaftarkan pemotongan di RPH. Di RPH Pare sudah ada 18 ekor sapi yang akan disembelih saat Hari Raya Kurban. Sedangkan di RPH Wates sudah terdaftar enam ekor sapi.

Sebelumnya, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengeluarkan surat edaran (SE) nomor 188.45/2177/418.74/2021. Surat edaran itu terkaitPPKM darurat di tempat ibadah dan pelaksanaan malam takbiran, salat Idul Adha, dan petunjuk pelaksanaan kurban. Dalam SE itu disebutkan, pemotongah hewan kurban berlangsung di RPH. Namun bila kapasitas sudah penuh bisa dilakukan di area terbuka.

Selama penyembelihan berlangsung hanya petugas yang boleh berada di lokasi. Sedangkan pendistribusiannya dilakukan dengan mengirim ke rumah masing-masing yang berhak atau ke ketua RT setempat. (rq/wi/fud)

Imbauan Salat Idul Adha

-         Masjid yang berada di tepi jalan raya dilarang menggelar salat Id berjamaah. Hal ini untuk menghindari adanya  jamaah dari luar lingkungan masjid.

-         Masjid yang berada di area yang di-lockdown tak boleh menggelar salat Id.

-         Masjid di daerah dalam, yang areanya tidak di-lockdown, masih bisa menggelar salat berjamaah dengan aturan prokes yang sangat ketat. Salat hanya boleh diikuti oleh warga di lingkungan sekitar masjid.

Keterangan: Disarikan dari pernyataan Ketua PCNU Kota Kediri Abu Bakar Abdul Jalil.

-          

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news