Rabu, 28 Jul 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Rugi, Direksi PDAU Harus Mundur

Komisi II DPRD Akan Mengawasi Ketat

16 Juli 2021, 12: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

PDAU

TAK BOLEH RUGI: Kantor Perumda Aneka Usaha butuh renovasi. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Komisi II DPRD Kabupaten Nganjuk langsung mengultimatum direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Aneka Usaha yang baru. Ini dilakukan agar Perumda Aneka Usaha yang sebelumnya bernama PDAU ini tidak mengalami kerugian seperti tahun-tahun sebelumnya. “Jika rugi lagi maka direksi yang baru harus tahu konsekuensinya, yaitu mundur,” tandas Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Nganjuk Basori.

Ancaman tersebut bukan semata-mata untuk membuat takut direksi Perumda Aneka Usaha. Namun, itu digunakan sebagai pelecut motivasi agar direksi bekerja keras mengelola perumda. Karena Perumda Aneka Usaha butuh tangan dingin untuk menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Nganjuk. Ironisnya, Perumda Aneka Usaha tidak hanya gagal setor PAD tetapi justru merugi. Kerugiannya mencapai ratusan juta. Tahun 2020, kerugian yang dialami sebesar Rp 706 juta. “Kalau terus-terusan rugi buat apa ada pengelolanya,” ujar Basori.

Karena itulah, komisi II DPRD akan memanggil direksi Perumda Aneka Usaha yang baru untuk rapat kerja dan memaparkan business plan. DPRD juga tidak hanya menuntut agar untung. Namun, wakil rakyat ini siap menyetujui penyertaan modal untuk perusahaan daerah sesuai dengan perda sebesar Rp 85 miliar yang akan diberikan secara bertahap. “Silakan Perumda Aneka Usaha mengajukan berapa, mau dipakai apa, dan kapan break even point (BEP)-nya. Semua harus jelas,” tegasnya.

Baca juga: Pemkab Serahkan Sertifikat Hak Pakai ke Kejari

Sementara itu, Dirut Perumda Aneka Usaha Jaya Nur Edi mengatakan, sebagai profesional, dia siap dengan konsekuensi jabatan yang diamanahkannya. Jika nanti dia gagal, dia juga siap untuk mundur. “Saya orang lapangan. Saya siap dengan segala risikonya,” ujarnya.

Jaya mengatakan, dia tetap optimistis dengan Perumda Aneka Usaha bisa meraup untung dan setor PAD. Empat unit usaha yang dimiliki diyakini bisa meraup untung. Empat unit usaha tersebut adalah Apotek Nganjuk dan Apotek Sejahtera Kertosono. Kemudian, kebun cengkih di Sawahan seluas 23,6 hektare, Hotel Wisata Karya Sawahan, dan Toko Alat Tulis Grafika.

Namun demikian, Jaya mengatakan, saat ini, dia sedang membuat internal Perumda Aneka Usaha solid. Karena masih ada perbedaan rencana untuk pengembangan Perumda Aneka Usaha. “Ada yang berencana memperbaiki kantor dan membuat kafe di depan kantor,” ujar Jaya.

Ide tersebut dianggap Jaya kurang pas. Karena saat ini, pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Bahkan, dengan adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, kafe maksimal buka pukul 20.00 WIB dan harus take away.

Karena itu, Jaya lebih sreg memilih merevitalisasi apotek yang dikelola Perumda Aneka Usaha. Dengan stok obat yang komplet dan adanya dokter praktik akan membuat Apotek Nganjuk dan Apotek Sejahtera Kertosono akan hidup. Otomatis, keuntungan akan didapat.

Namun demikian, Jaya tidak mau egois. Dia akan bermusyawarah dengan semua direksi. “Nanti kalau sudah cocok, kami akan siapkan business plan untuk dipaparkan ke DPRD dan pemkab,” ujarnya.

(rk/tar/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news