Rabu, 28 Jul 2021
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Yani Ajak Anaknya Pindah ke Berbek

15 Juli 2021, 12: 42: 49 WIB | editor : Adi Nugroho

Bayi

Kasus Bayi Meninggal di Tas Belanja (radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- M. Yani, 35, warga Kelurahan Kramat, Kecamatan Nganjuk akhirnya memilih untuk mudik ke Berbek. Karena setelah Endang Sulastri, 30, istrinya meninggal dunia. Kemudian, ada penemuan bayi perempuan tewas yang baru dilahirkan Endang di tas belanja, Yani kembali kehilangan keluarganya. Sumijan dan Suminem, mertua Yani yang tinggal serumah dengannya meninggal dunia. Praktis, di keluarga tersebut hanya tersisa Yani dan anaknya yang masih balita. Karena Yani sendirian maka M. Yusuf Pratama akhirnya dititipkan ke orang tuanya di Berbek. Kemudian, Yani memilih untuk pulang ke Berbek. "Setelah pulang dari kerja di bengkel, Yani pulang ke Berbek," ujar Hartono, ketua RT.

Yani hanya ke rumah Sumijan yang menjadi tempat tinggalnya selama berkeluarga dengan Endang saat sore hari. Biasanya dia hanya bersih-bersih rumah. Setelah itu, Yani pulang ke Berbek untuk tidur.

Hartono mengatakan, apa yang dialami keluarga Yani sangat berat. Karena Yani dan keluarga tidak tahu jika Endang hamil dan melahirkan. Kejadian baru terungkap setelah ada penemuan bayi tewas di tas belanja pada 30 Juni. Ironisnya, kematian bayi yang diberi nama Siti Robiyah itu karena kehabisan oksigen. Diduga dia dicekik. Kemudian, ada bekas luka di wajahnya saat diotopsi.

Baca juga: PDAU Ngaku Rugi Rp 706 Juta

Tidak itu saja, Endang juga mengalami penganiayaan. Dia wajahnya ada bekas benturan benda tumpul. "Kejadian itu membuat Sumijan dan Suminem drop," ujar Hartono.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Nganjuk AKP Nikolas Bagas Yudhi Kurniawan mengatakan penyelidikan kasus bayi tewas di tas belanja masih terus dilakukan. Meski saat ini, kasus ini hanya memiliki satu saksi yaitu M. Yani. "Masih jalan terus penyelidikannya," ujarnya.

Niko mengatakan, sejak kejadian itu hingga Suminem meninggal dunia, polisi belum mendapat keterangan dari Suminem. Karena dia sangat shock setelah mengetahui Endang, anaknya meninggal dunia. Apalagi, setelah ada penemuan bayi tewas di tas belanja. “Ibu Suminem belum sempat kami mintai keterangan," ujarnya.

Niko mengatakan, kasus ini semakin rumit dengan keterbatasan saksi. Namun, polisi tidak akan menyerah. "Kami akan berusaha keras mengungkap kasus ini," pungkasnya.

(rk/tar/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news