Rabu, 28 Jul 2021
radarkediri
Home > Events
icon featured
Events
DIALOG JUMAT

Hukum Jadi Kurir Produk dari Aplikasi Online

02 Juli 2021, 19: 54: 06 WIB | editor : Adi Nugroho

Hukum Jadi Kurir Produk dari Aplikasi Online

Share this          

Assalamualaikum wr wb. Bagaimana hukumnya pekerjaan kurir yang mengantar barang (produk) melalui transaksi aplikasi online? Jika barang yang diantar ternyata tidak sesuai, apakah kurir tersebut ikut menanggung dosa?

(Kukuh, 085736063xxx)

Jawaban:

Baca juga: Bincang Jumat Radar Kediri TV bareng Ahmad Zuhri

Waalaikumsalam wr wb. Sejalan dengan semakin maraknya bisnis online, semakin marak pula perusahaan jasa ekspedisi untuk mengirim barang yang dipesan atau dibeli secara online. Perusahaan ekspedisi ini mempekerjakan kurir yang bertugas mengirim paket atau barang ke alamat penerima atau pembeli.

Dalam bisnis online, ada model jual beli barang di mana pembayaran akan dilakukan kalau barangnya sudah diterima. Model seperti ini disebut cash on delivery  (COD) alias bayar di tempat. 

Dalam praktik, kadang terjadi kurir barang atau paket COD mendapat komplain dari pembeli ketika barang yang dikirim tidak sesuai dengan yang dipesan atau dibeli. Padahal, si kurir tidak memiliki hubungan sama sekali dengan pihak penjual atau marketplace (tempat terjadinya transaksi jual beli barang). Namun karena kesalahan atau kesengajaan pihak penjual, si kurir akhirnya mendapatkan marah dari pihak pembeli yang merasa ditipu.

Dalam hukum Islam, perusahaan ekspedisi maupun kurir merupakan pihak yang menjual jasa dan berhak atas upah atas pekerjaannya itu. Sistem kerja semacam ini disebut ijarah (pengupahan/jasa). Di mana pelaku bisnis online sebagai pihak yang memberi upah dan perusahaan ekspedisi sebagai pihak yang menyediakan jasa. 

Pada perusahaan jasa semacam ini yang dituntut adalah adanya kejujuran. Selama perusahaan ekspedisi dan kurir tidak terlibat dalam melakukan praktik penipuan maka mereka tidak menanggung dosa atas penipuan yang dilakukan pihak penjual kepada pihak pembeli. Wallahu a’lam. (Dr H Imam Annas Mushlihin MHI, dosen fikih dan ushul fikih IAIN Kediri)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news