Rabu, 28 Jul 2021
radarkediri
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Pedagang Usul Lantai Atas Pasar Setonobetek untuk Parkir

30 Juni 2021, 14: 03: 00 WIB | editor : Adi Nugroho

Pasar setonobetek

MASIH SUMPEK: Pengendara sepeda motor melintas di dekat gedung Pasar Setonobetek. Pemkot diminta membangun gedung baru di bagian belakang. (Rekian - radar kediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri - Desakan agar bangunan Pasar Setonobetek diperluas muncul dari kalangan wakil rakyat. Pemkot disarankan memanfaatkan lahan tiga hektare yang masih tersedia.

“Sudah waktunya pengembangan pasar ke bagian belakang. Konsep pasarnya harus pasar tradisional,” kata politikus Partai Gerindra Erita Dewi.

Saran Erita itu terkait fakta berjubelnya pedagang di lantai bawah. Sementara lantai dua kosong. Pedagang memilih berjualan di lantai bawah karena mudah mendapat pembeli. 

Baca juga: Kasus Uang Palsu, Kades Rowomarto Nganjuk Hartoyo Divonis Dua Tahun

Soal konsep bangunan harus tradisional hal itu terkait dengan status Pasar Setonobetek selama ini. Bangunan yang baru nanti harus mengusung konsep pasar tradisional. Yaitu bangunannya hanya satu lantai. 

Bagi Erita lokasi atau bangunan baru kelak minimal bisa menampung seribu pedagang. “Harus dibangun lebih. Minimal 500 pedagang bisa ter-cover,” katanya. Jika kapasitas kurang dari jumlah pedagang lama maka ditakutkan bakal terjadi konflik. 

Politisi perempuan ini menambahkan pemkot bisa memanfaatkan lahan seluas dua hektare dulu. Dalam hitungannya, lahan dua hektare itu sudah cukup untuk menampung para pedagang yang ada. Sekaligus sebagai lokasi parkir. Sedangkan yang satu hektare lagi dipersiapkan untuk menambah sarana dan prasarana penunjang.

Ketua Komisi B ini juga sepakat pengajuan anggaran bisa dilakukan saat perubahan anggaran keuangan (PAK) tahun ini. Agar pembangunannya bisa dimulai tahun depan. 

Soal besarnya anggaran, Erita menyodorkan angka yang hampir sama dengan pembangunan tahap pertama. Yaitu berkisar antara Rp 20 hingga 30 miliar. Anggaran ini akan dikeluarkan dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (ABPD). Sebab, Kota Kediri memang tak bisa meminta bantuan dana dari Pusat karena sudah dianggap mandiri. Yaitu pengelolaan pasar sudah dilakukan oleh perusahaan milik daerah.

Soal wacana penambahan gedung untuk Pasar Setonobetek tersebut, juga disambut oleh para pedagang. Mereka bahkan mengusulkan fungsi baru untuk lantai 2. Lokasi yang kosong itu bisa digunakan untuk lahan parkir kendaraan.

“Kalau parkir di atas pasar akan terlihat rapi,” saran Dadang, pedagang tempe di pasar tersebut. Saat ini parkir pasar berada di halaman depan dan samping. 

Hingga berita ini ditulis, belum ada respon dari Direktur Utama Perumda Pasar Joyoboyo M. Ihwan Yusuf. Permintaan konfirmasi melalui telepon belum direspon oleh yang bersangkutan.(rq/fud)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news