Rabu, 28 Jul 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Jembatan Lama Kertosono Rusak, Pemkab Nganjuk Bangun Kereta Gantung

Hidupkan Perekonomian di Wilayah Timur

23 Juni 2021, 12: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Wisata

JADI SPOT SWAFOTO: Adelina bersama dua temannya swafoto di Jembatan Lama Kertosono kemarin. Pemkab Nganjuk akan membangun kereta gantung untuk transportasi dan menghidupkan pariwisata di wilayah timur Kabupaten Nganjuk. (Andhika Attar - radar kediri)

Share this          

KERTOSONO, JP Radar Nganjuk - Permasalahan Jembatan Lama Kertosono langsung direspons Pemkab Nganjuk. Plt Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengatakan, Pemkab Nganjuk sudah menyiapkan solusi untuk masalah tersebut. Pemkab berencana membangun kereta gantung di sebelah selatan Jembatan Lama Kertosono. “Kereta gantung ini akan menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin menyeberang Sungai Brantas,” ujarnya.

Untuk diketahui, Jembatan Lama Kertosono rusak parah dan nyaris ambruk. Akibatnya, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) V Surabaya menutup Jembatan Lama Kertosono sejak 2018. Namun, karena penutupan tidak total, warga masih bisa menggunakan Jembatan Lama Kertosono. Hal itu sangat berbahaya. Karena sewaktu-waktu, Jembatan Lama Kertosono bisa ambruk.

Selain nekat melintas di Jembatan Lama Kertosono, warga juga memilih naik perahu penyeberangan. Alasannya, simple. Selain menyeberang, naik perahu juga sebagai sarana refreshing atau wisata. “Kereta gantung ini jadi solusi untuk persoalan di wilayah timur Nganjuk,” ujar Marhaen.

Baca juga: Diancam Foto Disebar, Bocah 14 Tahun Disetubuhi Pemuda Asal Gurah

Selain sebagai sarana transportasi, kereta gantung di atas Sungai Brantas ini juga untuk menghidupkan wisata di Kertosono. Diprediksi, warga akan tertarik naik kereta gantung. “Kereta gantung ini akan menjadi yang pertama di Nganjuk dan Jawa Timur,” ujar Plt bupati yang akrab disapa Kang Marhaen ini.

Adanya Jembatan Lama Kertosono juga akan menjadi daya tarik tersendiri. Sebab, jembatan itu adalah jembatan bersejarah. Itu adalah peninggalan penjajah Belanda. Kabarnya, saat membangun jembatan itu memakan ratusan korban jiwa. 

Marhaen mengatakan, adanya kereta gantung akan menghidupkan perekonomian wilayah timur Nganjuk. Warga setempat bisa membuka warung, wahana permainan di sepanjang bantaran Sungai Brantas untuk mendukung adanya kereta gantung. “Saya ingin mbangun deso noto kutho,” ujarnya.

Lalu kapan pembangunan kereta gantung akan direalisasikan? Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, masih menunggu respons dari masyarakat. Jika masyarakat Kabupaten Nganjuk, khususnya di Kertosono setuju maka pembangunan kereta gantung akan segera direalisasikan. “Saya tidak mau memaksakan kehendak,” ujarnya.

Meski begitu, Marhaen mengatakan, sudah melakukan berbagai upaya untuk merealisasikan kereta gantung. Mulai dari mendapatkan izin dari Perum Jasa Tirta hingga bantuan anggaran. “Mudah-mudahan kami dapat bantuan dari APBN agar tidak terlalu membebani APBD untuk pembangunan kereta gantung,” harapnya.

Berdasarkan pengamatan wartawan koran ini kemarin, banyak orang yang swafoto di Jembatan Lama Kertosono. “Keren untuk konten medsos,” ujar Adelina Astria, 33, warga Kertosono.

Nilai historis Jembatan Lama Kertosono dan kondisi jembatan yang rusak parah menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat sekitar. Mereka menjadi jembatan tersebut sebagai spot foto yang menarik. “Sekalian reunian mengenang saat SMP,” ujar Adelina.

(rk/tar/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news