Rabu, 28 Jul 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Korona di Nganjuk: 12 Positif, Dua Orang Meninggal

Pemkab Belum Berani Buka Taman Pintar

22 Juni 2021, 12: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Wahana

TEROBOS: Anak-anak bermain di wahana permainan Taman Pintar kemarin. Taman Pintar belum dibuka karena penderita Covid-19 di Kabupaten Nganjuk masih bertambah. (Habibah A. Muktiara - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Penutupan Taman Pintar akan berlangsung lama. Karena penderita Covid-19 di Kabupaten Nganjuk terus bertambah. Kemarin, warga yang positif Covid-19 bertambah 12 orang. “Total penderita Covid-19 di Kabupaten Nganjuk menjadi 4.005 orang,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk dr Hendriyanto kemarin.

Selain jumlah penderita yang bertambah, korban jiwa karena virus korona juga bertambah. Dua orang meninggal dunia kemarin. Ini menjadi bukti bahwa virus korona benar-benar ada dan berbahaya.

Baca juga: Melihat Perjuangan Takmir Masjid Riyadhotut Ta’ibin Selopuro Ngetos

Kondisi itulah yang membuat Taman Pintar belum dibuka hingga kemarin.   “Belum ada izin pembukaan Taman Pintar karena penderita Covid-19 masih bertambah,” sambung Kasi Pemeliharaan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nganjuk Yeni Dwi Firmaningtyas.

Dikhawatirkan jika Taman Pintar dibuka maka pengunjung akan membeludak. Otomatis, kerumunan akan terjadi. Hal itu sangat berbahaya. Karena bisa menjadi klaster penularan Covid-19 baru. “Penutupan Taman Pintar ini untuk menekan penularan Covid-19,” ujar Yeni.

Selain Taman Pintar, Yeni mengatakan, Alun-Alun Nganjuk, Taman Pandan Wilis, dan Taman Hutan Kota juga belum dibuka. Karena masih menunggu virus korona di Nganjuk bisa dikendalikan.

Terkait adanya warga yang menerobos masuk di Taman Pintar, Alun-Alun Nganjuk, Taman Pandan Wangi, dan Taman Hutan Kota, wanita berhijab ini berharap, hal itu tidak dilakukan. Warga harus mematuhi larangan masuk di taman-taman di atas. “Kami sudah menutup pintu masuk. Jadi, harusnya tidak diterobos,” ujarnya.

Sementara itu, Sarmidi, 30, pedagang makanan keliling berharap, Pemkab Nganjuk segera membuka Taman Pintar, Alun-Alun Nganjuk, Taman Pandan Wangi, dan Taman Hutan Kota. Dengan tutupnya, taman-taman di atas, pendapatan pedagang anjlok. “Sepi,” keluhnya.  

Pria asal Warujayeng ini mengatakan, dengan tidak adanya taman yang buka, dia harus keliling ke desa-desa. Hal itu membuat pendapatannya turun drastis. Padahal, biasanya dia mangkal di Taman Pintar dan Alun-Alun Nganjuk. “Bingung cari tempat untuk jualan kalau taman-taman banyak yang tutup,” ujarnya.

(rk/ara/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news