Rabu, 28 Jul 2021
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

3 Preman Terjaring di Terminal Tamanan Kediri, Ini Modus Punglinya

21 Juni 2021, 11: 19: 56 WIB | editor : Adi Nugroho

CEGAH PREMANISME: Petugas kepolisian memasang spanduk berisi imbauan untuk menolak dan melawan aksi premanisme di wilayah hukum Polres Kediri Kota.

CEGAH PREMANISME: Petugas kepolisian memasang spanduk berisi imbauan untuk menolak dan melawan aksi premanisme di wilayah hukum Polres Kediri Kota. (Humas Polres Kediri Kota for JPRK)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Polres Kediri Kota gencar melakukan pemberantasan premanisme. Kemarin (20/6), mereka menyasar Terminal Tamanan di Kecamatan Mojoroto. Hasilnya, tiga pelaku pungutan liar (pungli) yang kerap beroperasi di sana diamankan.

“Kami bersama polsek jajaran fokus operasi atau giat berantas premanisme di tempat keramaian yang berpotensi terdapat pungutan liar,” ujar Kabagops Polres Kediri Kota Kompol Abraham Sissik di sela kegiatan sekitar pukul 08.30 itu.

Dia mengatakan, pemberantasan premanisme dan pungli ini menjadi kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD). Tiga orang yang diamankan adalah Budi Susanto, 42, warga Kelurahan Kampungdalem, Kecamatan Kota Kediri; Rahmono, 39, warga Kelurahan Pojok dan Rusdianto, 37, warga Kelurahan Mrican. Keduanya dari Kecamatan Mojoroto.

Baca juga: SMP Negeri Pinggiran di Nganjuk Sepi Peminat, Mana Saja?

TEGAS: Personel polresta ketika meminta keterangan seorang pria dalam operasi berantas premanisme di Kota Tahu.

TEGAS: Personel polresta ketika meminta keterangan seorang pria dalam operasi berantas premanisme di Kota Tahu. (Humas Polres Kediri Kota for JPRK)

“Ketiganya diamankan beserta uang yang mereka pungut dari para sopir angkutan transportasi. Setelah itu, ketiganya dibawa ke Mapolsek Mojoroto untuk diberi binaan dan dilakukan penindakan tipiring,” papar Abraham.

Menurutnya, Budi, Rahmono, dan Rusdianto terjaring di tempat berbeda. Budi diamankan di dalam terminal. Kemudian, Rahmono di simpang depan terminal. Sedangkan Rusdianto saat berada di perempatan alun-alun Kota Kediri.

Dari pengamanan ketiga preman ini, Abraham menyatakan, polisi mengamankan barang bukti uang senilai total Rp 32 ribu. Dari Budi diamankan Rp 8 ribu, Rahmono Rp 12 ribu, dan Rusdianto Rp 10 ribu. “Pengakuannya uang itu bukan dari hasil pungli karena mereka baru datang di lokasi sasaran,” terang perwira Polri yang pernah menjabat Kapolsek Kediri Kota ini.

Menurut Abraham, operasi pemberantasan premanisme di Kota Kediri dilakukan untuk menciptakan suasana aman dan kondusif. “Selain itu, penting juga bagi para penggiat usaha untuk melangsungkan mata pencahariannya tanpa harus diteror preman dan pungli,” tuturnya.

Selain terminal, menurutnya, ada tempat-tempat lain yang berpotensi terjadi aksi premanisme dan pungli. Yakni di stasiun, pusat perbelanjaan, dan persimpangan ramai. Termasuk di sejumlah titik jalan-jalan besar kemungkinan juga ada. “Biasanya yang paling banyak adalah modus parkir liar. Bahkan ada yang minta uang pada sopir-sopir,” urai Abraham.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news