Rabu, 28 Jul 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Nyaris Ambruk, Jembatan Lama Kertosono Masih Dilewati

Warga Khawatir Memakan Korban Jiwa

21 Juni 2021, 12: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Jembatan

BERBAHAYA: Pondasi Jembatan Lama Kertosono sudah miring. Jembatan peninggalan penjajah Belanda ini bisa roboh sewaktu-waktu. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

KERTOSONO, JP Radar Kediri - Warga Kertosono dan sekitarnya harus berhati-hati. Karena Jembatan Lama Kertosono nyaris ambruk. Kondisi jembatan yang dibangun sejak zaman penjajahan Belanda itu semakin mengenaskan. Pondasi dari batu bata sudah miring. Kayu di jembatan juga sudah lapuk. Sehingga, jebol-jebol. Kondisi mengenaskan itu membuat Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) V Surabaya menutup Jembatan Lama Kertosono sejak 2018. “Mungkin hanya menunggu hari saja untuk ambruknya Jembatan Lama Kertosono,” ujar Herman, 50, warga Desa Pelem, Kecamatan Kertosono ini.

Jika hujan deras dan arus Sungai Brantas deras, Jembatan Lama bisa ambruk sewaktu-waktu. Ini sangat berbahaya. Karena meski sudah dikasih rambu-rambu larangan melintas dan dipasang tong agar masyarakat tidak bisa melintas tetapi masih banyak warga yang ngeyel. Ada yang nekat melintas jembatan dengan naik sepeda. Bahkan, sebagian anak-anak muda swafoto di atas jembatan untuk konten medsosnya. Bahkan, anak-anak juga bermain layang-layang di atas jembatan yang besi-besinya sudah banyak yang lepas. “Bahaya sekali,” ungkap Herman.

Sejauh ini, pemilik warung di dekat jembatan ini tidak bisa berbuat banyak. Dia hanya bisa mengingatkan kepada anak-anak atau orang yang melintas di jembatan untuk berhati-hati. Karena bisa terperosok dan jatuh ke Sungai Brantas. “Jika tidak mau lewat jembatan, bisa naik perahu lebih aman,” ujarnya.

Baca juga: Harga Gabah Kering Turun, Petani Nganjuk Waswas

Herman berharap, pemerintah segera bertindak. Jangan sampai Jembatan Lama Kertosono dan memakan korban jiwa. “Lebih baik dirobohkan secepatnya jika memang tidak dipakai,” ujarnya.

Hal senada diutarakan Yos Aswan Anhari, 25, warga Desa Mekikis, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri. Menurut Yos, Jembatan Lama Kertosono yang menghubungkan Desa Mekikis dengan Kecamatan Kertosono sudah sangat tua dan berbahaya jika dibiarkan. Karena bisa ambruk. Padahal, setiap hari sebelum pandemi Covid-19, siswa SMPN 2 Kertosono dan SMKN 1 Kertosono masih ada yang lewat Jembatan Lama Kertosono. “Sebaiknya Jembatan Lama Kertosono ini diperbaiki karena masih dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengatakan, kewenangan Jembatan Lama Kertosono ada di tangan BBPJN V Surabaya. “Apakah nanti Jembatan Lama Kertosono dirobohkan atau ditutup seperti sekarang, kami belum tahu,” ujarnya.

Yang jelas, Marhaen meminta masyarakat untuk tidak lewat Jembatan Lama Kertosono. Karena hal itu sangat berbahaya. Masyarakat bisa lewat Jembatan Baru Kertosono yang ada di sebelah utara Jembatan Lama. “Jika mau naik perahu penyeberangan, pastikan keamanannya,” ujarnya.

(rk/tar/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news