Rabu, 28 Jul 2021
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Dua Perangkat Desa Sugihwaras Disidang

12 Juni 2021, 12: 38: 39 WIB | editor : Adi Nugroho

Sidang

VIRTUAL: Sutrisno dan Rudi Setiawan mengakui membuat LPj palsu saat sidang dugaan korupsi ADD (10/6). (Habibah A. Muktiara - radarkediri.id)

Share this          

PRAMBON, JP Radar Nganjuk– Persidangan kasus dugaan korupsi dana desa di Desa Sugihwaras, Kecamatan Prambon, kembali digelar. Dua terdakwa yaitu Sutrisno, 63, bendahara Desa Sugihwaras dan Rudi Setiawan, 45, Kasi Kesra Desa Sugihwaras memberikan keterangan kepada majelis hakim yang diketuai Dede Suryaman. Pengadilan dilaksanakan di Ruang Candra PN Tipikor Surabaya secara virtual. Dua terdakwa memberikan keterangan dengan didampingi penasihat hukum di Lapas Klas IIB Nganjuk.

Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andie Wicaksono, kedua terdakwa mengaku telah membantu mantan Kades Sugihwaras Heri Indiyanto membuat laporan pertanggungjawaban (LPj) palsu atas pembangunan paving di desa tersebut.   Dari keterangan yang didapatkan, LPj palsu yang dibuat oleh Sutrisno dan Rudi Setiawan digunakan untuk  pembangunan pada September 2016 sampai April 2018. “Kerugian negara mencapai Rp 651 juta,” ujarnya.

Untuk agenda persidangan selanjutnya adalah tuntutan. Rencananya, sidang akan dilaksanakan minggu depan.

Baca juga: Satpol PP Razia Reklame Tak Berizin

Untuk diketahui, jaksa Andie mendakwa Sutrisno dan Rudi dengan pasal berlapis. Yaitu, pasal 2 ayat (1) Jo pasal 15 UU No 31/1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang No 20/2001 tentang Perubahan atas UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Kemudian, pasal 3 jo pasal 15 Undang-Undang No 31/1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU No 20/2001 tentang Perubahan atas UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi atau pasal 9 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.

Sedangkan, manta Kades Sugihwaras Heri Indiyanto sudah divonis dua tahun delapan bulan penjara dan membayar denda Rp 50 juta subsider dua bulan penjara serta mengganti uang Rp 551 juta subsider 1 bulan penjara. Vonis tersebut dijatuhkan pada bulan September 2020. “Semoga terdakwa jera,” ujar Andie.

(rk/ara/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news