Rabu, 28 Jul 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Akan Sulap TRAL Jadi NNS

Disparporabud Nganjuk Pilih Bagi Hasil

12 Juni 2021, 12: 19: 23 WIB | editor : Adi Nugroho

Wisata

HARUS BERBENAH: Disparporabud akan menjalin kerja sama dengan pihak ketiga untuk mewujudkan Taman Rekreasi Anjuk Ladang (TRAL) menjadi Nganjuk Night Spectacular (NNS). (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Secercah harapan mulai muncul di Taman Rekreasi Anjuk Ladang (TRAL). Dinas Pariwisata, Kepemudaan, Olahraga, dan Kebudayaan (Disparporabud) sudah mulai melakukan pendekatan dengan pihak ketiga. Bahkan, gambaran tentang TRAL akan dijadikan seperti apa oleh investor lokal Nganjuk itu sudah ada. “TRAL nanti akan mirip Batu Night Spectacular (BNS). Karena ini di Nganjuk nanti bisa Nganjuk Night Spectacular (NNS),” ujar Kepala Disparporabud Kabupaten Nganjuk Gunawan Widagdo.

Wisata malam hari di Nganjuk sangat berpeluang menyedot pengunjung. Karena selama ini belum ada tempat wisata yang buka malam hari. Jika NNS terealisasi ini merupakan inovasi yang luar biasa. Apalagi, Nganjuk sudah memiliki Jalan A. Yani yang mirip Jalan Malioboro di Jogjakarta. Pengunjung bisa berwisata di TRAL. Kemudian, jalan-jalan di Malioboro Nganjuk.

Tidak itu saja, Kabupaten Nganjuk juga memiliki Taman Nyawiji yang saat ini masih proses pembangunan. Diyakini saat Taman Nyawiji sudah selesai dan dibuka untuk umum, pengunjung akan membeludak. Otomatis, NNS juga akan merasakan efeknya. “Nanti akan ada permainan lampu-lampu dan air mancur di NNS,” ujar Gunawan.

Baca juga: Menko Airlangga: VISA-ALTO Kolaborasi Tingkatkan Inklusi Keuangan

Lalu kapan NNS akan terealisasi? Mantan Kepala Bappeda Kabupaten Nganjuk ini belum bisa memastikan. Karena pendekatan dengan pihak ketiga masih terus dilakukan. Harapannya, dalam waktu dekat, NNS sudah bisa terwujud. Apalagi, target PAD untuk TRAL tahun ini cukup besar, yaitu Rp 500 juta. Sedangkan, TRAL sendiri sepi pengunjung dan harus buka tutup karena pandemi Covid-19.

Selain berusaha menggaet investor untuk membuat TRAL hidup, Gunawan juga tidak mau gegabah dalam menjalin kerja sama. Rencananya, kerja sama itu akan dilaksanakan per tahun. Sistemnya bisa bagi hasil atau sewa. “Kami tidak mau jika Build Operate Transfer (BOT),” ujarnya.

BOT tidak dipilih karena sistem ini kurang menguntungkan bagi pemkab. Karena investor akan membangun dan mengelola dalam jangka waktu tertentu. Kemudian, setelah waktu perjanjian selesai, bangunan diserahkan ke pemkab. Biasanya, sistem BOT ini jangka waktunya puluhan tahun. Akibatnya, saat bangunan sudah rusak karena termakan usia, baru diterima pemkab.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Nganjuk Edy Santoso mendukung langkah disparporabud yang akan menggandeng pihak ketiga untuk menghidupkan TRAL. Karena Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Nganjuk sudah tersedot untuk penanganan Covid-19. “Kerja sama dengan pihak ketiga adalah solusi untuk TRAL saat ini,” tandasnya.

Sekretaris DPC Partai Hanura ini berharap, disparporabud segera merealisasikan kerja sama dengan pihak ketiga. Sebab, TRAL adalah salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD). “Apalagi Kediri akan ada bandara internasional. Jadi, tempat wisata yang bagus bisa menarik wisatawan lokal dan mancanegara ke Nganjuk,” ujarnya.

(rk/tar/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news