Kamis, 24 Jun 2021
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

PKL Bantaran Sungai Brantas Nekat Lepas Segel Satpol PP Kediri

Manajemen McD Enggan Komentar

11 Juni 2021, 15: 44: 17 WIB | editor : Adi Nugroho

warung sungai brantas

SPOT FAVORIT: Sejumlah muda-mudi duduk lesehan di tepi sungai Brantas. Deretan warung di sana yang telah disegel Rabu (9/6) sore lalu, kembali buka kemarin. (Ilmidza Amalia Nadzira – radar kediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Selain menutup gerai Mc Donald's (McD) di Kediri Mal, satpol PP bersama tim gabungan TNI dan polisi juga memasang segel di warung PKL bantaran sungai Brantas, Rabu (9/6) lalu. Bedanya, jika hingga kemarin gerai McD masih tutup, puluhan warung di tepi sungai itu sudah langsung buka malam harinya. Hingga kemarin, pengunjung di salah satu spot favorit anak muda itu tetap ramai. 

          Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, penyegelan di PKL bantaran Brantas dilakukan sekitar pukul 16.00 Rabu lalu. Kabid Tantribum Satpol PP Kota Kediri Agus Dwi Ratmoko mengungkapkan, penyegelan di sana dilakukan setelah mendapat aduan dari masyarakat. Yakni, tempat tersebut digunakan untuk nongkrong hingga menjelang pagi. “Akhir-akhir ini di sana mulai banyak pengunjungnya hingga menyebabkan kerumunan,” ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, satpol PP bersama politi dan TNI lantas menyegel tempat itu. Sejumlah pedagang kaki lima diminta membersihkan dagangannya. Selanjutnya, satpol memasang garis kuning di sana.

Baca juga: Cici Tricahya R.A, Dai Cilik Ngadiluwih Sukses di Tingkat Nasional

McD BTS Meal

MASIH TUTUP: Gerai McD Kediri. (Ilmidza Amalia Nadzira – radar kediri)

Rupanya, hanya beberapa jam berselang, segel di salah satu sentra PKL itu sudah hilang. “Kami dapat aduan lagi katanya malam hari sudah dicopot,” lanjutnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri kemarin, sebagian warung sudah mulai buka. Pengunjung di tiap lokasi yang buka juga tergolong ramai. Sejumlah muda-mudi menikmati sore di tepi sungai terpanjang di Jawa Timur tersebut.

Munawaroh, pemilik warung asal Kelurahan Bandarlor, Mojoroto mengaku terpaksa membuka kembali warungnya karena tidak punya pilihan lain. “Gimana lagi, kerjanya cuma jualan di sini. Kalau ditutup kami sekeluarga tidak bisa makan,” tuturnya.

Meski demikian, Munawaroh berdalih dirinya tak melalaikan aturan protokol kesehatan. Di antaranya, dengan mewajibkan pengunjung mencuci tangan saat masuk ke bantaran sungai. Selebihnya, dia juga meminta pengunjung memakai masker saat tidak makan.

Lebih jauh Munawaroh menuturkan, penutupan yang dilakukan satpol PP pada Rabu lalu masih berdampak hingga kemarin. Jika biasanya pukul 14.00 warungnya sudah ramai, hingga pukul 15.00 kemarin masih tetap sepi.

Terpisah, Agus Dwi Ratmoko yang dikonfirmasi tentang kembali ramainya bantaran Brantas menjelaskan, satpol tetap akan pengawasan. Jika didapati pengunjung yang membeludak, menurutnya satpol akan mengambil tindakan tegas. “Sebenarnya kami juga kasihan, soalnya tidak bisa memberikan solusi. Tapi ini sudah jadi bagian program satgas Covid-19 pemkot,” tegasnya siap memberikan sanksi.

          Sementara itu, jika warung bantaran Brantas kemarin sudah kembali ramai, gerai McD di Kediri Mal terlihat sepi. Garis kuning dari polisi dan satpol PP masih terpasang mengelilingi restoran cepat saji itu. Sehari pascainsiden antrean mengular di sana Rabu lalu, banner promo BTS Meal yang jadi pemicu juga sudah dilepas.

Meski gerai tutup, di dalam gerai terlihat beberapa orang yang berseliweran. Saat koran ini berusaha mengonfirmasi penutupan gerai oleh Pemkot Kediri kepada store manager McD, salah satu karyawan di sana menolaknya. “Maaf kami tidak bisa berkomentar. Manajer juga tidak ada di sini,” elaknya. (ica/ut)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news