Rabu, 28 Jul 2021
radarkediri
Home > Events
icon featured
Events
Dialog Jumat

Pasutri Mesra di Tempat Umum, Boleh Nggak?

11 Juni 2021, 15: 39: 30 WIB | editor : Adi Nugroho

Dialog Jumat

Dialog Jumat

Share this          

Kami ingin menanyakan bagaimana hukumnya pasangan suami istri (pasutri) yang bermesraan di tempat umum dan kemungkinan bisa dilihat banyak orang? Mohon penjelasan, terima kasih.

(Heni, 085319310xxx)

Jawaban:

Baca juga: Kapolri dan Panglima TNI Datang ke Kediri, Ada Apa?

Ketika seseorang sudah menjadi pasangan suami isteri, maka hal-hal yang sebelumnya diharamkan berkaitan dengan hubungan antara laki-laki dan perempuan menjadi dihalalkan, seperti mencium, membelai, dan bentuk bermesraan yang lainnya.

Bentuk bermesraan itu kadang hanya merupakan suatu keakraban atau kedekatan. Kadang ada yang lebih dari itu seperti mencium, membelai, dan yang lebih dari itu.

Apabila bentuk kemesraan tersebut adalah kemesraan biasa yang menunjukkan keakraban dan kedekatan yang juga dilakukan oleh kebanyakan orang, seperti bergandengan tangan dan berbincang secara mesra serta tidak berlebihan dan dalam batas kewajaran, maka hal seperti ini diperbolehkan.

Namun, bila bermesraan itu bertujuan untuk membangkitkan nafsu syahwat antara keduanya, hal itu tidak boleh dilakukan di tempat umum. Mempertontonkan hal seperti ini di tempat umum merupakan perbuatan munkar. Selain menyebarkan perbuatan tidak senonoh juga akan membangkitkan hawa nafsu orang lain. Atau bahkan mengundang mereka untuk melakukannya juga di depan umum.

Perbuatan itu juga menafikan sifat malu dan fitrah seorang manusia yang harusnya ada dalam diri seorang muslim. Disebutkan dalam hadis bahwa “Rasa malu itu merupakan bagian dari keimanan.”

Secara tersirat, surat an-Nur ayat 8 menjelaskan tentang saat-saat setiap orang harus meminta izin kepada pasangan suami istri apabila hendak memasuki suatu tempat (kamar) di mana sepasang suami isteri biasa bermesraan. Bahkan anak-anaknya yang belum balig harus meminta izin bila hendak masuk tempat tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa, di tempat khusus pun seorang suami isteri harus menjaga dari pandangan orang ketika melakukan kemesraan. Apalagi di tempat umum yang memungkinkan dipandang oleh orang lain.

Selain itu, menghindari perbuatan seperti itu juga dapat menjaga muru’ah (kewibawaan) seseorang. Serta menghindarkan dirinya dari ejekan, olokan, cemoohan, dan bahan tertawaan.  Wallahu a’lam bis Sawab.(Dr Muhammad Muhaimin M.Ag., dosen Syari’ah IAIN Kediri).

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news