Jumat, 25 Jun 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Kapolri dan Panglima TNI Datang ke Kediri, Ada Apa?

Vaksinasi Kabupaten Kediri Masuk 5 Terbaik

11 Juni 2021, 15: 33: 24 WIB | editor : Adi Nugroho

kapolri dan pengalima tni

SIDAK: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto berjalan menuju lokasi vaksinasi di halaman Convention Hall SLG kemarin siang. (Iqbal Syahroni - radar kediri)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Tak banyak yang bisa dikorek dari kedatangan dua petinggi negeri ke Kabupaten Kediri kemarin. Baik Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo maupun Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto tak memberikan keterangan pers.

Bahkan, acara yang juga dihadiri oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjend TNI Ganip Warsito serta Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa itu berlangsung tertutup. Wartawan tak boleh masuk untuk meliput. Para petinggi itu kemarin mengecek langsung pelaksanaan vaksinasi yang berlangsung di halaman Convention Hall Simpang Lima Gumul. Sebelumnya, sempat berlangsung pertemuan dengan Forkompimda Kabupaten Kediri.

“Perintah langsung memang seperti itu (acara berlangsung tertutup, Red). Agar tidak menimbulkan kerumunan yang tambah banyak,” terang Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono usai mendampingi para pejabat tinggi tersebut.

Baca juga: Bincang Jumat Radar Kediri TV bareng Ahmad Zuhri: Optimisme Pendidikan

bupati dhito

SIGAP: Bupati Dhito dan Kapolres AKBP Lukman Cahyono memberi keterangan pers. (Iqbal Syahroni - radar kediri)

Lukman menerangkan, kedatangan Kapolri dan Panglima TNI tak hanya untuk melakukan pengecekan. Mereka juga memberikan perhatian khusus pada Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kabupaten Kediri. Kapolri meminta agar terus melakukan tracing dan tracking. Tujuannya untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kediri.

“Intinya untuk lebih aktif melakukan ketiganya tadi itu, tracking, tracing, dan testing. Bersama dengan Pemkab Kediri dan Satgas Covid-19 di Kediri,” ujar lelaki berpangkat dua melati di pundaknya itu.

Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Gatot Repli Handoko menambahkan, rombongan Kapolri dan Panglima TNI langsung menuju Lamongan usai dari Kabupaten Kediri. Dalam rombongan itu, menurutnya, juga ikut Kapolda Jatim Irjenpol Nico Afinta dan Ditlantas Polda Jatim AKBP Gathut Bowo. “Untuk pengecekan di tempat-tempat di Jawa Timur saja, sementara ini (tujuannya),” pungkas Gatot.

Rombongan Kapolri dan Panglima TNI kemarin datang sekitar pukul 14.00. Menumpang helikopter, rombongan mendarat di lapangan SLG yang jaraknya sekitar 200 meter dari lokasi acara. Mereka kemudian melakukan pertemuan tertutup dengan Bupati Dhito Pramana dan Forkompimda Kabupaten Kediri. Setelah itu mengecek pelaksanaan vaksinasi massal di halaman Convention Hall. Setelah itu langsung menuju Lamongan.

Sementara itu, pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Kediri tergolong sukses. Daerah ini masuk dalam lima terbaik se-Jatim untuk jumlah warga yang sudah tervaksinasi. Bahkan, untuk kelompok lansia Kabupaten Kediri masuk dalam tiga terbaik.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengatakan, kunjungan Kapolri dan Panglima TNI kemarin khusus untuk melihat kesiapan vaksinasi di wilayahnya. “Per hari ini serapan vaksinasi masuk lima besar terbaik se Jawa Timur. Untuk lansia, menempati peringkat tiga,” kata Bupati Dhito.

Terkait dengan pertemuan petinggi tiga pilar Satgas Covid-19 di Convention Hall, Dhito menyebut ada instruksi khusus dari Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Panglima TNI meminta sinergisitas tiga pilar diperkuat. Apalagi satu setengah bulan sebelumnya progres vaksinasi di Kabupaten Kediri masih berada di posisi lima terbawah.

Dhito mengakui, hasil sekarang ini adalah buah dari komunikasi dan koordinasi yang baik antara pihaknya dengan kapolres dan dandim serta jajaran di bawahnya. “Dan itu haru dipertahankan,” tegasnya.

Selain itu, anak Sekretaris Kabinet Pramono Anung ini meminta masyarakat tak takut atau ragu mengikuti vaksinasi. Sebab, vaksin aman dan halal. Dan ini sudah ditegaskan oleh pihak-pihak terkait.

Meskipun demikian, Dhito mengingatkan agar masyarakat tak terlena dengan kondisi sekarang. Yang telah tervaksin pun harus mematuhi protokol kesehatan. Karena telah divaksin bukan berarti anti-korona.

Hingga saat ini, Kabupaten Kediri masih memiliki stok vaksin 130 ribu dosis. Jumlah ini masih cukup untuk meningkatkan serapan agar lebih baik lagi. Setiap hari, berdasarkan data yang ada, berlangsung vaksinasi yang menghabiskan 2.250 dosis. Bahkan, Selasa (30/5) sempat mencapai 5.100 dosis vaksin.

“Dan itu sudah cukup baik, jadi mempertahakan kondisi yang ada sekarang,” akunya.

Pelaksanaan vaksinasi di halaman Convention Hall kemarin diikuti sekitar 700 orang. Mereka berasal dari berbagai kecamatan. Vaksinasi juga berlangsung di 37 puskesmas di seluruh Kabupaten Kediri. Total sasaran mencapai 5 ribu orang.

 “Di puskemas saja, sampai jam 12 tadi sudah di angka 2 ribu lebih,” terang Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bambang Triyono Putro.

Terkait dengan vaksinasi kemarin, Bambang mengungkapkan, hal tersebut menjadi pemicu terlaksanakan vaksinasi berikutnya di fasilitas kesehatan (faskes). Total ada sebanyak 69 faskes yang dapat melaksanakan vaksinasi. “Jadi setelah ini secara bertahap kita melaksanakan vaksinasi sesuai dengan tahapan yang ada,” ujar Bambang. (syi/wi/fud)

(rk/syi/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news