Kamis, 24 Jun 2021
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Jual Anak dan Pacar, 3 Terdakwa Mucikari Asal Bandung Disidang

11 Juni 2021, 15: 13: 50 WIB | editor : Adi Nugroho

prostitusi kediri

VIRTUAL: Sidang kasus prostitusi di Kediri. (Ilmidza Amalia Nadzira – radar kediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Buntut kasus prostitusi online yang mengiringi pembunuhan MY, 17, gadis asal Kota Bandung di kamar Hotel Lotus Kediri pada 28 Februari lalu, kemarin (10/6) memasuki sidang pertama di Pengadilan Negeri (PN) Kota Kediri. Ketiga terdakwa yakni Diki, 34, Nia Kurniasih, 39, dan Deri Kurniawan, 22, mendengarkan dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Maria Febriana dan Jujun.

Di hadapan majelis hakim, JPU membacakan bahwa ketiganya terancam pidana Pasal 88 Jo Pasal 76 I UU RI No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Ketiganya terbukti bersalah melakukan tindak pidana yaitu menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh, melakukan, atau turut serta melakukan eksploitasi secara ekonomi dan seksual terhadap anak di bawah umur,” ujar JPU Jujun.

Baca juga: Surat Pengangkatan Plt Kepala DPMD Bikin Heboh

Dari ketiga terdakwa yang merupakan asal Bandung tersebut, kedua merupakan suami istri, yaitu Diki dan Nia. Keduanya melakukan eksploitasi anak kandungnya TP yang masih berusia 16 tahun. Mereka membuka jasa pijat dengan layanan hand job yang dilakukan anaknya kepada pelanggan. Berbekal promosi melalui aplikasi Michat, Diki berperan sebagai pencari pelanggan untuk anak dan istrinya tersebut.

 “Uang yang diperoleh dari penghasilan pijat badan dan hand job yang dilakukan anak terdakwa telah digunakan untuk belanja mencukup kebutuhan sehari-hari yakni untuk makan minum keluarga baik yang di Kediri maupun anak-anak yang tinggal di Bandung dan membayar hutan,” imbuh JPU Jujun. Diketahui, terdakwa memiliki 7 anak, 6 anak lainnya tinggal bersama orang tua terdakwa di Bandung.

Penghasilan pijat badan dan hand job itu, kedua terdakwa bisa meraup sebesar Rp 2,3 juta selama satu minggu membuka jasa layanannya dengan berbagai pelanggan yang tidak dikenali para terdakwa. “Selama satu minggu itu mulai tanggal 22 Februari hingga 28 Februari para terdakwa membooking hotel secara berpindah-pindah hotel dengan menggunakan KTP milik terdakwa Deri,” ujar JPU Jujun.

Kedua terdakwa mempunyai niat untuk memanfaatkan waktu dan tenaga anaknya dengan tarif Rp 200 ribu hingga Rp 350 ribu. Sejak anaknya pulang dari Kediri dan menceritakan pada terdakwa bahwa peluang bekerja pijat hand job di Kediri kelihatannya menguntungkan. Sehingga kedua terdakwa menemani anaknya untuk bekerja lagi di Kediri.

Sedangkan terdakwa Deri sama dengan Diki dan Nia, dia bertugas sebagai mencari pelanggan bagi MY yang merupakan pacarnya sendiri. “Waktu dan tempat pembookingan hotel Deri juga sama dengan Diki dan Nia,” imbuh Jujun.

Mendengar pembacaan dakwaan dari JPU, Majelis Hakim yang diketuai oleh Novi Nuradhayantyira memberikan kesempatan ketiga terdakwa untuk menanggapi. “Ya benar semua Yang Mulia,” jawab ketiga terdakwa.

Oleh sebab itu, sidang ditunda dan dilanjutkan pada Selasa (15/6) dengan agenda pemeriksaan saksi. (ica)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news