Kamis, 24 Jun 2021
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Mantan Bupati Nganjuk Taufiqurrahman Mendekam 11,5 Tahun di Penjara

Vonis Dua Kasus

11 Juni 2021, 12: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Sidang

PIKIR-PIKIR: Mantan Bupati Nganjuk Taufiqurrahman saat disidang. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Mantan Bupati Nganjuk Taufiqurrahman bisa mendekam belasan tahun penjara. Karena pada Rabu (9/6), Taufiq divonis 4,5 tahun penjara. Jika dia menerima maka total hukuman Taufiq adalah 11,5 tahun penjara. Karena pada 2018, Taufiq telah divonis 7 tahun penjara. “Hukuman yang pertama itu akan ditambah vonis kedua jika nanti terdakwa menerimanya,” ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Arif Suhermanto saat dihubungi Jawa Pos Radar Nganjuk kemarin.

Sampai kemarin, Taufiq dan pengacaranya memang belum memberi keputusan apakah menerima atau banding atas putusan 4,5 tahun atas kasus pencucian uang. Mereka lebih memilih untuk pikir-pikir. “Masih ada waktu tujuh hari bagi terdakwa dan jaksa untuk memutuskan apakah menerima atau banding,” ujar Arif.

Lalu apakah Arif akan menerima putusan majelis hakim? JPU KPK RI ini juga belum mengambil keputusan. Dia masih mempertimbangkan keputusan dari majelis hakim tersebut. Karena meski dakwaan pencucian uang terbukti tetapi hukuman yang dijatuhkan majelis hakim masih lebih ringan dari tuntutan jaksa. Sebelumnya, jaksa menuntut Taufiq dengan enam tahun penjara. Selain itu, uang pengganti juga lebih sedikit. Di tuntutan, uang pengganti sebesar Rp 25,6 miliar. Jika tidak bisa membayar dikenakan penjara 4 tahun penjara. Sedangkan, putusan untuk uang pengganti hanya Rp 24,6 miliar. Jika tidak mampu membayar maka dipenjara 1 tahun tiga bulan penjara.  

Baca juga: Wisata Desa Jadi Salah Satu Pesaing TRAL

Hal yang sama juga dilakukan Taufiq dan pengacaranya. “Kami masih mempertimbangkan vonis dari majelis hukum. Jadi kami masih pikir-pikir dulu,” ujar Mansur Munir, salah satu pengacara Taufiq saat dihubungi lewat ponselnya, kemarin.

(rk/tar/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news