Kamis, 24 Jun 2021
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Surat Pengangkatan Plt Kepala DPMD Bikin Heboh

Bulan Salah, Masyarakat Menduga Dobel

11 Juni 2021, 12: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Surat

SURAT SALAH: Salah satu akun media sosial mengkritik kesalah surat yang ditanda tangani oleh plt Bupati Marhaen Djumadi. (Habibah A. Muktiara - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Kesalahan surat di Pemkab Nganjuk kembali terjadi. Jika sebelumnya, surat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nganjuk Mokhamad Yasin tentang imbauan vaksin yang salah stempel, kemarin ada kehebohan tentang surat tentang pengangkatan Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Nganjuk. Masyarakat menduga ada surat dobel terkait pengangkatan Plt Kepala DPMPD Kabupaten Nganjuk. Kabar itu beredar di media sosial.

Di surat tertanggal 4 Juni 2021 mengangkat Nafhan Tohawi sebagai Plt Kepala DPMD Kabupaten Nganjuk. Surat tersebut ditandatangani Plt Bupati Marhaen Djumadi. Kemudian, ada surat lagi tertanggal 7 Juli 2021 yang mengangkat Try Wahju Kuntjoro sebagai Plt Kepala DPMD Kabupaten Nganjuk. Padahal, saat ini masih bulan Juni. Surat tersebut juga ditandatangani Plt Bupati Marhaen Djumadi.

Menurut Marhaen, surat pengangkatan Plt Kepala DPMD Kabupaten Nganjuk itu tidak dobel. Karena Nafhan yang ditunjuk sebagai Plt Kepala DPMD Kabupaten Nganjuk memilih mengundurkan diri setelah menerima undangan Diklat Kepemimpinan Tingkat II yang akan dilaksanakan 20 Juni 2021. Sebagai gantinya, Try Wahju Kuntjoro menjadi Plt Kepala DPMD Kabupaten Nganjuk. “Tapi surat pengangkatan Try Wahju Kuntjoro itu salah bulan. Harusnya Juni, bukan Juli,” ujarnya.

Baca juga: Bus Restu Tabrak Truk Gandeng di Sukomoro Nganjuk, Santri Gontor Tewas

Marhaen mengatakan, kesalahan ada di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Nganjuk. Namun, itu bukan kesalahan pegawai dan kepala BKD semata. Karena Marhaen adalah pemimpinnya. “Saya tidak menyalahkan anak buah saya. Ini adalah kesalahan saya,” ujarnya.

Atas kejadian ini, Marhaen meminta, BKD untuk lebih teliti dalam membuat surat. Jangan sampai kejadian ini terulang. “Kami akan laksanakan pembinaan agar tidak terjadi kesalahan lagi,” pungkasnya.

(rk/ara/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news