Jumat, 25 Jun 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Wisata Desa Jadi Salah Satu Pesaing TRAL

Disparpora Prioritaskan Investor Lokal

11 Juni 2021, 12: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Wisata

RAMAI: Pengunjung di Lembah Djati, Desa Ngepeh, Kecamatan Loceret membludak kemarin. Wisata desa menjadi salah satu pesaing TRAL menarik pengunjung. (Karen Wibi - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Tantangan Taman Rekreasi Anjuk Ladang (TRAL) tidak hanya dari internal saja. Selain wahana permainan yang mengenaskan plus sangat minimnya anggaran di Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparporabud) Kabupaten Nganjuk, wisata desa juga menjadi pesaing TRAL. “Maraknya wisata desa di Nganjuk ini menjadi tantangan tersendiri bagi TRAL,” ungkap Kepala Disparporabud Gunawan Widagdo.

Saat ini, desa-desa berlomba-lomba membuat wisata desa. Hadirnya wisata desa itu memang sangat bermanfaat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa. Namun, di sisi lain, wisata yang dikelola Pemkab Nganjuk juga merasakan dampaknya. Karena pengunjung banyak yang tersedot ke wisata desa.

Tak hanya itu, wisata desa juga selalu buka saat pandemi Covid-19. Ini berbeda dengan wisata yang dikelola pemkab. Karena beberapa kali wisata, seperti TRAL dan Sedudo harus tutup karena pandemi Covid-19.

Baca juga: DPRD Perjuangkan Aspirasi Masyarakat

Meski demikian, Gunawan mengatakan, disparporabud akan terus berinovasi membangkitkan TRAL. Salah satu rencana yang disiapkan adalah menggandeng investor untuk bekerja sama. “Kami prioritaskan kerja sama dengan pengusaha Nganjuk karena TRAL ini adalah aset milik Pemkab Nganjuk,” ujarnya.

Sementara itu, saat wartawan koran ini mengunjungi Lembah Djati, wisata desa di Desa Ngepeh, Kecamatan Loceret kemarin, pengunjung sangat ramai. Bahkan, saat weekend jumlah pengunjung naik lima kali lipat. “Jika hari biasa itu rata-rata pengunjung 200 orang. Sedangkan, weekend bisa mencapai 1.000 orang,” ungkap Sufaat, 49, pengelola Lembah Djati.

Jumlah pengunjung di Lembah Djati ini sangat kontras dengan TRAL. Karena di TRAL, rata-rata pengunjung hari biasa hanya 10 orang. Sedangkan, weekend hanya 50 orang.  Padahal, harga tiket masuk tidak berbeda jauh, yaitu Rp 5.000. Sedangkan, jika berenang di kolam renang dikenakan tiket Rp 5 ribu. “Jika mancing ikan bayar Rp 5 ribu,” imbuh Sufaat.

(rk/tar/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news