Kamis, 24 Jun 2021
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Bus Restu Tabrak Truk Gandeng di Sukomoro Nganjuk, Santri Gontor Tewas

Gagal Mendahului Bus Lain di Desa Kedungsuko

11 Juni 2021, 12: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Laka

RUSAK PARAH: Bus Restu jurusan Ponorogo-Surabaya ringsek. (Karen Wibi - radar kediri)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Kertosono-Nganjuk, tepatnya di Desa Kedungsuko, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk kemarin. Bus Restu yang dikemudikan Suhari Priyanto, 39, warga Kecamatan Sukowinangun, Kabupaten Magetan menabrak truk gandeng yang dikemudikan Eko Angger Prasetyo, 25, warga Desa Dukuh Klopo, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang. Akibatnya, Restu Akbar Eko Nur Hidayat, 16, santri Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 2, Madusari, Siman, Ponorogo meninggal dunia.

Tabrakan Bus Restu bernopol N 7028 UH tujuan Ponorogo-Surabaya dengan truk gandeng bermuatan pakan ternak sekitar pukul 03.00 WIB. Menurut Ngatmini, 50, salah satu penumpang bus, sopir Bus Restu yang membawa sembilan penumpang berniat mendahului bus sejak dari Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Namun, beberapa kali usaha sang sopir gagal. Saat di Jalan Raya Kertosono-Nganjuk, tepatnya di Desa Kedungsoko, Suhari kembali mencoba mendahului bus. “Sopir bus di depan tidak mau memberi jalan,” ujarnya saat ditemui di IGD RSUD Nganjuk kemarin.   

Padahal, dari arah berlawanan ada truk gandeng bernopol S 8845 UZ. Karena jarak terlalu dekat, truk gandeng tak mampu mengerem. Tak ayal tabrakan terjadi. Bruakkk.....!!!!. Separo bodi bus sebelah kanan habis ditabrak truk gandeng. “Semua penumpang bus menjerit ketakutan,” ujar Ngatmini yang mengaku tidak berani tidur karena bus melaju dengan kecepatan tinggi. 

Baca juga: Milad Ke-46 KSPPS TAM Syariah

Bus

Tabrakan Bus vs Truk di Sukomoro (Ilustrasi : Afrizal Saiful Mahbub - radarkediri.id)

Mengetahui hal itu, warga langsung memberikan pertolongan. Kejadian itu langsung dilaporkan ke Satlantas Polres Nganjuk. Beberapa menit kemudian, petugas datang dan langsung membawa korban kecelakaan ke RSUD Nganjuk dan RS Bhayangkara untuk mendapat perawatan intensif. Ada sembilan orang yang dibawa ke RSUD Nganjuk. Mereka adalah Bibit Darsono, 33, warga Ponorogo; Ramadhan, 35, warga Lombok Barat; Bagus Tri Ramadhani, 19, warga Kota Surabaya; Singgih Priyanto, 36, warga Ponorogo; Mamik Pujiati, 28, warga Magetan; Ngatmini, 50, warga Ponorogo: Hartutik, 51, warga Ponorogo; Restu Akbar Eko Nur Hidayat, 16, warga Batam dan satu orang lelaki tanpa identitas.

Sekitar pukul 09.30 WIB, Restu meninggal dunia di RSUD Nganjuk. Rencananya, Restu akan pulang ke Batam untuk menjenguk ibunya yang sakit.

Sementara itu, satu lelaki yang belum diketahui identitasnya masih dalam kondisi kritis di RSUD Nganjuk.

Selain di RSUD Nganjuk, dua orang dirawat di RS Bhayangkara Nganjuk. Mereka adalah Suhari, sopir Bus Restu, dan Eko, sopir truk gandeng. 

Menurut Kasubbag Humas Polres Nganjuk Iptu Supriyanto, kecelakaan maut itu terjadi karena sopir Bus Restu kurang hati-hati saat mengemudi. Sehingga, bus terlalu ke kanan hingga melebihi marka jalan. “Sopir bus juga ngebut,” ujarnya.

Saat ini, Bus Restu dan truk sudah diamankan sebagai barang bukti di Satlantas Polres Nganjuk. Petugas juga masih akan memeriksa sopir bus, sopir truk gandeng, dan sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut.

(rk/ara/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news