Kamis, 24 Jun 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Hidupkan TRAL, Harus Gandeng Pihak Ketiga

10 Juni 2021, 12: 48: 34 WIB | editor : Adi Nugroho

TRAL

BUTUH PERHATIAN: Anak-anak memberi makan rusa di TRAL. DPRD minta disparporabud gandeng pihak ketiga. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Kondisi Taman Rekreasi Anjuk Ladang (TRAL) yang mengenaskan menarik perhatian DPRD Kabupaten Nganjuk. Komisi IV DPRD Nganjuk yang membidangi pariwisata berencana menggelar rapat kerja (raker) untuk membahas masalah TRAL. “Mungkin bulan depan akan kami jadwalkan lagi membahas tentang TRAL lagi,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Nganjuk Edy Santoso.

Sebenarnya, kata Edy, masalah TRAL ini adalah persoalan yang sudah kronis. Kondisi wahana permainan yang mengenaskan sudah terjadi sejak lama. Beberapa kali DPRD dan Dinas Pariwisata, Kepemudaan, Olahraga dan Budaya (Disparporabud) Kabupaten Nganjuk membahasnya. Sayang, karena keterbatasan anggaran, rencana renovasi dan peremajaan TRAL belum dilaksanakan tahun ini. Apalagi, saat ini adanya refocusing anggaran karena pandemi Covid-19. “Saat rapat kerja dengan Disparporabud Kabupaten Nganjuk sekitar dua minggu lalu, kami juga sudah bahas masalah TRAL,” ungkapnya. 

Meski berat dalam pengalokasian anggaran untuk renovasi TRAL, politisi dari Partai Hanura ini meminta Disparporabud Kabupaten Nganjuk tidak menyerah. Sebab, TRAL adalah salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Nganjuk. Target yang dibebankan ke TRAL juga cukup tinggi karena kondisinya yang mengenaskan dan pandemi Covid-19. Di 2021 ini, TRAL dipatok menghasilkan Rp 500 juta. “Anggaran untuk TRAL itu hanya cukup membayar honor karyawannya. Untuk perbaikan tidak ada,” keluhnya.

Baca juga: Marhaen Jawab Interpelasi DPRD Nganjuk

Lalu bagaimana solusi untuk persoalan di TRAL? Ketua Fraksi Partai Hanura di DPRD Kabupaten Nganjuk ini meminta agar Disparporabud Kabupaten Nganjuk berinovasi. Salah satunya dengan menggandeng pihak ketiga. “Harus bisa menggandeng pihak ketiga agar TRAL bisa hidup,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disparporabud Kabupaten Nganjuk Gunawan Widagdo mengatakan, pihaknya berusaha keras menghidupkan TRAL di tengah kondisi anggaran yang sangat minim. Rencana menggandeng pihak ketiga seperti yang disampaikan Ketua Komisi IV Edi Santoso menjadi salah satu cara agar TRAL bisa bersaing dengan tempat wisata yang ada di Nganjuk dan sekitarnya. “Kami sudah menjajaki pihak ketiga untuk mengembangkan TRAL,” ujarnya kepada wartawan koran ini pada Rabu (2/6).

Namun demikian, Gunawan mengatakan, pihak ketiga yang dibidik adalah warga Nganjuk. Disparporabud lebih memprioritaskan pengusaha Nganjuk untuk menjadi investor TRAL. “Mudah-mudahan segera ada pengusaha yang mau bekerja sama mengembangkan TRAL,” ujarnya.

Terpisah, pengunjung TRAL yang ditemui wartawan koran ini mendukung upaya Disparporabud dan Komisi IV DPRD Kabupaten Nganjuk menghidupkan TRAL. Mereka khawatir jika TRAL dibiarkan mangkrak akan membuat pengunjung semakin menurun dan membahayakan keselamatan pengunjung. Karena banyak wahana yang kurang layak, seperti atap ayunan yang jebol hingga perosotan yang berkarat. “Harus segera diperbaiki karena TRAL ini lokasinya di pusat kota dan nyaman,” ujar Suyati, 50, salah satu pengunjung asal Kecamatan Nganjuk.

(rk/tar/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news