Kamis, 24 Jun 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Pindahkan Pedagang SLG, Pemkab Kediri Siapkan Dua Titik Relokasi

10 Juni 2021, 14: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

sate bekecot slg

NEKAT: Pedagang berjualan di sekitar kawasan Simpang Lima Gumul Kediri. (Iqbal Syahroni - radar kediri)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Ada dua ratus lebih pedagang yang sebelum ini  mangkal di Pasar Tugu, pasar yang ada di kawasan Monumen SLG. Mereka inilah yang saat ini terkatung-katung nasibnya. Tak bisa berjualan lagi karena Pasar Tugu tutup seiring penutupan kawasan SLG selama masa pandemi.

Padahal, dapur mereka harus tetap mengepul. Wajar bila kemudian ada yang masih ngotot berjualan di area tersebut. Meskipun harus menghadapi hadangan satpol PP. Semuanya demi mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Yang ada di benak pedagang kini hanya bagaimana bisa berjualan. Operasi satpol yang sering digelar berani mereka hadapi. Bahkan, mereka tak lagi berharap dengan pembukaan kawasan SLG.

Baca juga: Dikejar Satpol, Risiko Tertabrak, Ini Alasan PKL SLG Kediri Bertahan

PKL Simpang Lima Gumul

PKL Simpang Lima Gumul (Ilustrasi: Afrizal - radar kediri)

“Harapannya itu tak ada harapan. Ikuti air yang mengalir saja,” kilah Cecep, PKL yang berjualan sate bekicot. Cecep sebelumnya berjualan di Pasar Tugu.

Bagi Cecep, dikejar-kejar petugas adalah harga yang harus dibayarnya. Dia lebih mementingkan bagaimana cara menghidupi istri dan dua anaknya. Hal terakhir itu yang membuatnya nekat berjualan di tepi jalan. Upayanya menjajakan sate bekicot berkeliling ke permukiman pun tak berhasil. Akhirnya dia pun ‘balik kucing’ berjualan di  SLG.

“Kalau ada Satpol PP turun dulu (berpindah tempat, red) nanti balik lagi,” aku warga Desa Gayam, Kecamatan Gurah itu.

Pemkab Kediri pun, sejatinya, tak menutup mata pada kondisi ini. Upaya mencari solusi terus dilakukan. Meskipun, sayangnya, belum juga terealisasi hingga saat ini.

Beberapa dinas sudah melakukan pembahasan terkait nasib 269 pedagang yang dulu mangkal di Pasar Tugu. Selain dinas koperasi dan usaha mikro (diskopusmik), juga melibatkan dinas perumahan dan kawasan permukiman (disperkim), dinas perhubungan (dishub), dinas pariwisata dan kebudayaan (disparbud), dinas lingkungan hidup (DLH), bagian perekonomian, serta satpol PP.

“Intinya bagaimana nanti merelokasi pedagang di SLG itu,” ujar Sekretaris Diskopusmik Ibnu Imad ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kediri.

Sejauh ini pembahasan sudah mengarah pada tempat relokasi. Ada dua titik yang jadi nominasi. Hanya, dua lokasi itu tak hanya untuk PKL saja. Melainkan juga untuk usaha kecil mikro dan menengah (UMKM). Bahkan, akan lebih banyak UMKM yang mendapat tempat.

Untuk para pelaku UMKM itu, disediakan satu tempat khusus di bekas terminal yang ada di sebelah kantor dishub. Sebagian lagi, bersama dengan PKL, akan ditempatkan di satu lahan khusus yang berada di utara Mapolsek Ngasem.

Lalu, bagaimana nasib PK-5 selama menunggu relokasi terlaksana? Ibnu menegaskan, sejauh ini masih dalam pengkajian. “Memang ada wacana sambil nunggu itu bagaimana sudah dibahas, di sisi lain prokes jalan masih dikaji terus,” dalihnya.

Dikonfirmasi dalam waktu berbeda, Plt Kepala Disperkim Arief Juwana membenarkan adanya kerjasama lintas sektor terkait rencana relokasi PK-5 di Kawasan Simpang Lima Gumul. “Untuk Perkim kebagian infrastrukturnya,” terangnya seraya menyebut lokasi berada di lingkungan Simpang Lima Gumul.

Menurut Arief, untuk penataan relokasi PK-5 itu rencananya akan berlangsung tahun ini. Kemudian akan dilanjutkan pembangunan fisik bila waktu mencukupi. “Penataannya untuk PKL dan UMKM,” imbuh pria ramah itu.

Lalu seperti apa gambaran penataan lokasi dan kapasitas PK-5 maupun UMKM nantinya? Arief menegaskan, akan dibuat sebagus mungkin. Untuk daya tampung nantinya masih menunggu desain penataan. (wi/fud)

INFOGRAFIS:

1.     Ada 269 pedagang yang menempati Pasar Tugu sebelum masa pandemi. Mereka berjualan setiap hari mulai pagi hingga malam. Rata-rata diisi pedagang makanan dan minuman, serta ada yang menyediakan arena bermain.

2.     Ratusan pedagang tersebut kehilangan lokasi berjualan sejak Pemkab Kediri memutuskan menutup kawasan SLG dari wisatawan. Tak bolehnya pengunjung datang membuat Pasar Tugu tak memiliki pembeli.

3.     Para pedagang pun akhirnya eksodus. Sebagian mencari lokasi berjualan sementara di tempat-tempat yang tersedia, sebagian lagi memilih berjualan keliling dengan menggunakan kendaraan. Yang berkeliling inilah yang sering berjualan di lokasi terlarang.

4.     Pemerintah menyiapkan dua tempat untuk relokasi. Namun bukan hanya untuk PKL, juga untuk pelaku UMKM. Lokasinya di bekas terminal dan di utara Polsek Ngasem. Saat ini tempat itu masih dalam tahap desain oleh dinas perkim.

(rk/syi/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news