Kamis, 24 Jun 2021
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Antrean BTS Meal Membludak, Ini Sanksi untuk Gerai McDonald's Kediri

10 Juni 2021, 11: 27: 10 WIB | editor : Adi Nugroho

bts meal

TUTUP: Gerai McDonald's yang sudah dipasangi pita polisi kemarin. (Ilmidza Amalia Nadzira – radar kediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Panjangnya antrean peminat BTS Meal di McDonald’s (McD) bukan menjadi alasan satu-satunya bagi  polisi dan satpol PP melakukan penyegelan kemarin (9/6). Gerai makanan cepat saji itu, ternyata, beberapa kali tak mengindahkan teguran dan peringatan dari tim gabungan operasi yustisi. Namun mereka tak mengindahkan dan tetap membiarkan terjadinya kerumunan.

Puncaknya adalah kemarin, ketika mereka me-launching salah satu menu yang paling banyak ditunggu. Sejak pagi terjadi antrean panjang yang tumpah hingga ke trotoar. Antrean didominasi para pengemudi ojek online yang mendapat pesanan dari konsumen. Akhirnya, satpol PP pun menutup gerai tersebut selama tiga hari.

“Tim regu yang bertugas sudah beberapa kali memberikan teguran secara lisan kepada pihak restoran agar mencegah kerumuman,” terang Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Kabid Trantibum) Agus Dwi Ratmoko kemarin.

Baca juga: Sidang Korupsi Jembatan Brawijaya: Samsul Hanya Bisa Sampai 17.00

Menurutnya, restoran cepat saji itu setiap hari memang selalu ramai pengunjung. Meskipun sudah diterapkan protokol kesehatan di restoran, masih banyak pengunjung yang bandel. “Ya kami sebenarnya tidak mempermasalahkan apabila pengusaha membuat promo. Namun waktunya ini tidak tepat karena masih dalam masa pandemi,” tambahnya.

Kemarin, McD seluruh Indonesia memang meluncurkan menu dan kemasan yang berkaitan dengan salah satu grup musik asal Korea Selatan, BTS. Menu ini sangat diminati para penggemar boyband tersebut, terutama kaum hawa. Tak pelak, penggemar BTS yang menamakan diri dengan Army itu langsung melakukan pemesanan secara daring begitu BTS Meal diluncurkan.

Tingginya pemesanan itu yang membuat gerai McD dibanjiri pengemudi layanan antar. “Mereka mengantre untuk mendapat produk tersebut seusai pesanan pelanggan sampai menimbulkan kerumunan massa. Oleh karena itu kami Satpol PP turun tangan untuk membubarkan dan menutup sementara,” tegasnya.

Menurutnya, pihaknya tidak menyalahkan driver ojol. Agus menyayangkan pihak manajemen restoran yang tak punya empati dengan kondisi pandemi. Menurutnya, seharusnya pihak restoran paham bahwa program promo itu tak tepat waktunya karena masih dalam situasi pandemi.

“Apalagi Kota Kediri masih zona oranye, jadi kita semua harus selalu waspada supaya tidak menjadi zona merah,” sesalnya.

Sementara itu, Kapolres Kediri Kota AKBP Eko Prasetyo mengatakan bahwa kegiatan promo yang digelar oleh McD tersebut tidak ada izin atau rekomendasi dari Satgas Covid-19 Kota Kediri. Menuruntnya penutupan paksa selama 3 x 24 jam merupakan saknsi dari pelanggaran protokol kesehatan. Sekaligus untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

AKBP Eko mengimbau kepada para pengusaha agar patuh pada peraturan pemerintah. “Dalam kesempatan ini, kami tim gabungan yaitu pemkot, TNI, satpol PP, dan Polri terus berupaya mencegah sebaran Covid-19. Dan kami akan menindak  tegas bagi siapa saja yang melanggar ketentuan protokol kesehatan,” ancamnya.

Berdasarkan pantauan koran ini, satu jam sejak disegelnya gerai tersebut pada pukul 14.00, masih banyak peminat makanan itu. Beberapa pengunjung yang mayoritas remaja terpaksa harus putar balik karena mengetahui gerai McD disegel dan ada garis polisi. (ica/fud)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news