Kamis, 24 Jun 2021
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Sidang Korupsi Jembatan Brawijaya: Samsul Hanya Bisa Sampai 17.00

10 Juni 2021, 11: 12: 11 WIB | editor : Adi Nugroho

samsul ashar

BELUM FIT: Samsul Ashar (tengah) saat datang di PN Tipikor (3/6). (Rekian - radar kediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri - Sidang korupsi Jembatan Brawijaya Kota Kediri Samsul Ashar digelar hari ini (10/6). Sesuai dengan kesepakan minggu lalu, sidang akan dimulai lebih awal, mulai pukul 09.00 di Ruang Cakra Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya. Jadwal sengaja dimajukan karena kondisi fisik Samsul yang lemah. Mantan Wali Kota Kediri ini tak bisa mengikuti sidang sampai sore.

Menurut Edi Budiono, penasihat hukum Sumsul Ashar, kondisi kliennya sudah lumayan membaik. Namun karena saat ini masih dalam masa pemulihan pascaoperasi di perut, Samsul  hanya bisa bersidang sampai pukul 17.00. Bagi Edi, kliennya tidak bisa terlalu lama karena harus mengonsumsi obat.

“Pak Dokter (Samsul Ashar, Red) ini masih minum obat anti nyeri. Waktunya per sepuluh jam,” kata Edi kepada Jawa Pos Radar Kediri. Jadwal rutin Samsul pascaoperasi adalah mengonsumsi obat anti nyeri mulai pukul 07.00.

Baca juga: Pemerintah Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi untuk Presidensi G20

Karena waktu persidangan tidak bisa diprediksi, dia berharap persidangannya tidak lagi molor seperti minggu sebelumnya. Eko optimistis kliennya kali ini punya waktu cukup panjang untuk ikut persidangan. Selain waktu minum obat anti nyerinya sampai sore, tidak ada jadwal kemoterapi yang biasanya dilakukan sore hari. Jika sidang sesuai jadwal, Eko optimistis semua saksi bisa diperiksa di persidangan.

“Untuk saksinya, saya belum dapat informasi dari kejaksaan siapa saja yang akan dipanggil,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Kediri, kemarin. Diakui Edi, ada sekitar 53 saksi yang nantinya akan memberikan keterangan. Sejauh ini, pemeriksaan saksi hanya berjalan sekali sebanyak delapan orang.

Minggu lalu, ada tujuh saksi yang bakal diperiksa oleh majelis hakim Dede Suryaman, Kusdarwanto, dan Emma Ellyani. Namun, karena jadwal sidangnya molor dan Samsul tidak kuat bila harus menjalani persidangan hingga malam hari. Jadwal sidangnya pun terpaksa ditunda lagi. Penundaan sidang Samsul sudah lebih dari dua kali karena sakit.

Seperti diketahui, minggu lalu jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan saksi dari PT Surya Graha Semesta (SGS) Erwanto dan Widanto. Lalu perwakilan PT Adhikarya Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Lilik. Kemudian ada PPK Nur Iman Satrio Widodo, dan Fajar Purna Wijaya, kerabat Samsul Ashar. Semua tetap diperiksa sebagai saksi untuk perkara Tjahjo Widjojo atau Ayong.

Sementara itu dua saksi yang dihadirkan dari lapas secara virtual ada mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kasenan dan Direktur PT SGS Rudi Wahono. Kedua saksi yang dihadirkan secara virtual ini terpaksa ditunda.

Kasi Pidsus Kejaksaan Kota Kediri Nur Ngali sudah menyiapkan beberapa saksi untuk hadir di persdiangan besok (hari ini). “Saksi yang dipanggil sekitar sepuluh orang,” katanya. Ia berharap semua saksi yang sudah dipanggil bisa menghadiri persidangan sesuai jadwal. (rq)    

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news