Kamis, 24 Jun 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Layanan Pajak Desa dan Tiket Wisata di Kabupaten Kediri Serba Digital

09 Juni 2021, 14: 41: 31 WIB | editor : Adi Nugroho

layanan pajak kediri

CASHLESS: Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (tengah) meluncurkan digitalisasi pembayaran pajak desa dan tiket wisata nontunai di Pendapa Panjalu Jayati, kemarin (8/6). (Dewi Ayu Ningtyas - radar kediri)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Digitalisasi daerah di Kabupaten Kediri bukan isapan jempol belaka. Kemarin, Bupati Hanindhito Himawan Pramana meluncurkan pelayanan digital untuk pembayaran pajak desa dan tiket wisata nontunai. Selain mempermudah pelayanan masyarakat, hal tersebut sekaligus untuk mencegah penyebaran Covid-19. 

          Pria yang akrab disapa Dhito itu menuturkan, dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang, gaya hidup masyarakat berubah. Yang semula kebanyakan sistem tunai menjadi nontunai. Yakni, untuk mencegah penularan korona. “Digitalisasi pajak daerah dan tiket wisata nontunai ini untuk memotong rantai penularan Covid-19,” ujarnya.

          Lebih jauh bapak satu anak ini menjelaskan, kebijakan yang baru ditelurkan kemarin juga selaras dengan adaptasi kebiasaan baru. Dengan demikian, pelayanan kepada masyarakat tetap lancar dan potensi penularan Covid-19 bisa dicegah.

Baca juga: Curi Tutup Panci Hingga Kerudung, Satpam Pasar Ini Mengaku Terpaksa

          Menurut bupati muda itu, ke depan tidak hanya dua pelayanan tersebut yang dilakukan secara digital. Melainkan juga semua pelayanan untuk masyarakat. Mulai pelayanan di rumah sakit, pasar, dan fasilitas umum lainnya.

          Khusus untuk pasar, Dhito menyebut transaksi nontunai sudah diterapkan di Pasar Induk Pare dan Pasar Papar. Adapun untuk pasar lainnya masih belum diterapkan. Dalam penerapan di lapangan, diakui Dhito tidak sedikit masyarakat yang masih memilih cara konvensional.

          Meski demikian, kondisi tersebut tak menyurutkan niat pemkab untuk menerapkan digitalisasi daerah. Sesuai kesepakatan dengan tim percepatan dan perluasan digitaliasi daerah (TP2D), digitalisasi akan terus diperluas nantinya.

          Jika sekarang masih banyak masyarakat yang suka melakukan transaksi tunai, pria berkacamata itu optimistis dalam 10 tahun ke depan akan berubah. “Nanti transaksi nontunai bukan lagi hal asing. Paling tidak sekarang pemerintah sudah menyiapkan infrastrukturnya,” beber Dhito. (wi/ut)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news