Kamis, 24 Jun 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Kasus Minta THR ke Desa-Desa di Purwoasri, Camat Jadi Sekcam

09 Juni 2021, 14: 29: 50 WIB | editor : Adi Nugroho

Camat Jadi Sekcam

Camat Jadi Sekcam (Ilustrasi: Afrizal - radar kediri)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Pergeseran posisi camat terjadi dalam mutasi jabatan kemarin (8/6). Tiga kecamatan mendapat nakhoda baru. Salah satunya adalah Kecamatan Purwoasri, yang camatnya berganti dari Mudatsir ke Nur Said.

Pergantian Mudatsir dengan Nur Said itu menjadi menarik karena dilatarbelakangi kasus dugaan pungutan liar (pungli). Sebelum digeser, Mudatsir disebut-sebut meminta tunjangan hari raya (THR) ke kades-kades di wilayahnya. Hal itu bahkan langsung diumumkan oleh Bupati Dhito (15/5) lalu.

Posisi baru Mudatsir juga lebih rendah dari sebelumnya. Kini dia ditempatkan sebagai sekretaris kecamatan (sekcam) Banyakan.

Baca juga: Rp 3,6 M untuk Kantor Kelurahan Kemasan, Dewan Anggap Terlalu Besar

“Diturunkan (jabatannya) karena mendapat sanksi,” tegas Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) M. Solikin setelah acara pelantikan di Pendapa Panjalu Jayati.

Solikin membenarkan, sanksi tersebut terkait sang pejabat yang tersandung kasus permintaan THR ke kades-kades se-wilayah Kecamatan Purwoasri.  Kasus itu menjadi atensi Bupati Dhito. Kasusnya juga terbongkar setelah Bupati Dhito melakukan sidak.

Selain Mudatsir, yang juga ikut terkena sanksi adalah Didik Prasetyo. Pejabat ini sebelumnya adalah Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kecamatan Purwoasri. Karena ikut terlibat dalam kasus permintaan THR itu dia juga terkena sanksi. Sanksinya berupa penundaan kenaikan jabatan. Selain itu Didik juga dimutasi ke Kecamatan Grogol, meskipun posisinya tetap sebagai kasi PMD.

Keduanya dianggap melanggar Peraturan Pemerintah (PP) nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin pegawai negeri sipil (PNS). Hukuman Mudatsir sesuai  pasal 7 ayat 4a. Sedangkan Didik sesuai Pasal 7 ayat 4a.

Sementara itu, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dalam sambutannya menegaskan, proses pelantikan ini merupakan hal yang penting. Mutasi dan promosi jabatan dalam organisasi birokrasi diharapkan mampu menumbuhkan semangat kerja. Selain juga sebagai bentuk pembinaan dan pengembangan karir ASN.

Dhito berharap, mutasi bisa memperkuat kapasitas dan kapabilitas. Serta memperluas wawasan para pejabat dalam mengemban dan melaksanakan tugas. Sehingga dapat meningkatkan pelayanan pada masyarakat.

“Saya berharap pada pejabat yang baru dilantik dan seluruh pejabat di Kabupaten Kediri agar meningkatkan komitmen bersama untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik melalui reformasi birokrasi di bidang kelembagaan,” ujarnya.

Selain itu, Dhito juga berharap agar pejabat dapat meningkatkan kapasitas aparatur dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan. Mereka harus selalu berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam mutasi kemarin, ada empat jabatan eselon tiga dan empat yang resmi dilantik. Tiga jabatan sebenarnya sudah digodok matang untuk menempati posisi tersebut. “Hanya saja penempatannya berubah,” terang Solikin.

Mereka yang menjalani mutasi itu adalah Subur Widono yag menjadi camat Plosoklaten. Sebelumnya Subur adalah sekretaris Dinas Tenaga Kerja (Disnaker). Kemudian ada Mokhamad Saroni yang menjabat Camat Kandangan. Sebelumnya dia adalah sekretaris Kecamatan Plosoklaten. Sedangkan Nur Said, yang sekarang jadi camat Purwoasri, sebelumnya adalah sekretaris Kecamatan Kandangan.

Mudatsir hingga berita ini diturunkan belum bisa dikonfirmasi. Yang bersangkutan tidak mengangkat telepon Jawa Pos Radar Kediri meskipun ada terdengar nada sambung. Permintaan konfirmasi via  aplikasi perpesanan WhatsApp juga belum dibalas. (wi/fud)

Minta THR Berujung Turun Jabatan

1.     4 Mei, Bupati Dhito mendapat aduan Mudatsir meminta THR kepada kades-kades. Bupati menelepon sang camat agar menghentikan ulahnya dan mengembalikan uang tersebut.

2.     5 Mei, Bupati Dhito sidak ke Balai Desa Ketawang, Purwoasri. Saat sidak Bupati mendapati Kasi PMD Kecamatan Purwoasri Didik Prasetyo transaksi uang sebesar Rp 15 juta.

3.     15 Mei, Bupati Dhito menggelar jumpa pers di Pendapa Panjalu Jayati. Menyebutkan bahwa Camat Purwoasri Mudatsir melakukan pungli THR dan akan mendapat sanksi.

4.     Bupati melayangkan izin ke Mendagri untuk melakukan mutasi karena dia belum enam bulan menjabat. Izin keluar, Mudatsir dan Didik dimutasi dan diturunkan posisinya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news