Kamis, 24 Jun 2021
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
ENEK AE...

Curi Tutup Panci Hingga Kerudung, Satpam Pasar Ini Mengaku Terpaksa

09 Juni 2021, 14: 26: 25 WIB | editor : Adi Nugroho

Pencuri di Pasar

Pencuri di Pasar (Ilustrasi: Afrizal - radar kediri)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Ibaratnya, ulah Bejo Utomo, 46,  ini seperti pagar makan tanaman. Bagaimana tidak, sebagai satpam pasar, harusnya dia menjaga keamanan pasar. Termasuk menjaga barang-barang milik pedagang agar tidak hilang. Ironisnya, dia sendiri yang melakukan pencurian. Akibatnya, nasibnya pun tak sebejo namanya. Dia jadi pesakitan di pengadilan.

Kisah berawal ketika lelaki asal Desa Sambiresik, Kecamatan Gampengrejo ini menjadi satpam pasar di Desa Karangrejo, Kecamatan Ngasem. Lama-lama dia pun tergiur dengan tumpukan barang-barang yang dia jaga. Aksi jahat pun dia lakukan. Mencuri barang milik pedagang yang disimpan di kios.

Untuk memuluskan aksinya, Bejo mengajak rekannya membantu. Namanya Syaifudin. Pria 27 tahun asal Desa Putih, Kecamatan Gampengrejo ini ditugasi menjadi kuli pengangkut barang.  Dari kios yang jadi sasaran ke gudang yang berada di sebelah pos satpam tempatnya berjaga.

Baca juga: Pasutri Difabel di Kediri Ini Jual Sabun Cuci Produksi Sendiri

Syaifudin mengaku tak tahu kalau barang itu hasil curian Bejo. Karena itu dia mau saja diminta mengangkutnya. “Tidak tahu (kalau itu barang curian). Saya hanya dimintai tolong untuk angkat-angkat,” aku pria yang juga jadi tersangka ini di depan majelis hakim pimpinan Fahmi Hary Nugroho dalam sidang di virtual di PN Kabupaten Kediri kemarin (8/6).

Bila merunut catatan di berita acara pemeriksaan (BAP), pengakuan Syaefudin yang mengatakan tidak tahu barang itu curian masih bisa dipertanyakan. Sebab, dia juga terlibat dalam dua kali pencurian. Syaefudin mengaku diminta Bejo mengangkut barang pada Selasa (2/2) danRabu (3/2). Masing-masing dari kios yang berbeda namun dimasukkan ke dalam gudangyang sama.

Mengapa mau melakukan itu? Syaifudin mengatakan karena butuh uang. Oleh Bejo dia diiming-imingi bayaran Rp 50 ribu bila membantu mengangkut barang tersebut. “Diberi hanya sekali saja, Rp 50 ribu,” akunya saat ditanya JaksaPenuntutUmum (JPU) M. Iskandar.

Pengakuan Syaifudin dibenarkan oleh Bejo. Di persidangan daring yang berlangsung dari Lapas Kediri dan juga dari Ruang Cakra di PN Kabupaten Kediri, Bejo juga mengaku dirinya terpaksa mencuri karena gajinya kurang.“Sebulan dibayar Rp 400 ribu, pas pandemi ini berkurang karena kios di pasar banyak yang tutup,” dalih Bejo.

Lelaki yang kemarin berpeci hitam-putih itu mengatakan dia kepepet. Karena itulah dia nekat mencuri. Sasarannya adalah kios-kios yang kuncinya ditinggal di dekat pembuangan sampah.“Ada beberapa kunci yang disembunyikan di dekat sampah-sampah. Saya buka satu-satu (kiosnya),” ujar Bejo dengan nada memelas.

Barang yang digasak beraneka rupa. Antara lain keranjang buah, tutup panci, sapu lidi, alat pel, aki motor, keset, sandal, sepatu, tas, celana pendek, kerudung, dan lain-lain. Rencananya, barang itu akan dijual lagi oleh Bejo. Namun, karena keburu ketahuan, Bejopun nasibnya jadi tak bejo alias tak beruntung. Aksinya diketahui oleh warga dan pemilik kios. Karena barang-barang tersebut ditemukan di gudang atau di tempat yang biasa ditempati Bejo untuk berjaga selama pasar buka. Kejadian itu dilaporkan pada pertengahan Februari 2021. (syi/fud)

(rk/syi/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news