Kamis, 24 Jun 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Sehari Pedagang TRAL Dapat Rp 60 Ribu

09 Juni 2021, 12: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Jualan

SEPI: Salah satu pedagang di dalam TRALL yang menunggu barang dagangan yang sepi pembeli. (Habibah A. Muktiara - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Sepinya pengunjung Taman Rekreasi Anjuk Ladang (TRAL) sangat besar dampaknya. Selain membuat Dinas Pariwisata, Kepemudaan, Olahraga dan Budaya (Disparporabud) kesulitan memenuhi target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 500 juta, pedagang di TRAL juga sangat terdampak. Pedagang banyak yang gulung tikar karena dagangan tidak laku. Berdasarkan pengamatan wartawan koran ini kemarin, hanya ada tiga pedagang di stan-stan dalam TRAL. Padahal, di sana ada delapan stan. “Yang lain tutup karena sepi dan dagangan tidak laku,” ungkap Lidia Liana, 39, salah satu pedagang yang masih nekat berjualan.

Pedagang makanan dan minuman ini mengaku terpaksa berjualan di TRAL karena tidak memiliki pekerjaan yang lain. Sehingga, meski sepi pengunjung, Liana masih berjualan. “Rata-rata hanya dapat sekitar Rp 60 ribu/hari,” ujar pedagang yang buka mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB.

Selain menanggung kemungkinan dagangan tidak laku, Lidia mengatakan, harus membayar sewa kios Rp 25 ribu/bulan. Tarif itu sangat terjangkau. Karena sudah free listrik.

Baca juga: Melihat Keluarga Gampang Mencari Robin Maqrobin di Hutan Bareng

TRAL

SEPI: Pengunjung Taman Rekreasi Anjuk Ladang (TRAL) membeli tiket masuk kemarin. Pengunjung yang sepi membuat pedagang rugi. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Agar tidak mengalami kerugian yang besar, Lidia menyiasati menjual makanan dan minuman yang bisa tahan lama. Jika ada makanan dan minuman yang akan expired, Lidia dan anaknya akan memakannya sendiri. “Makanan dan minuman yang kami jual selalu saya cek dulu setiap hari,” ujarnya. 

Lidia berharap, TRAL bisa kembali ramai pengunjung seperti tahun 2000-an. Saat itu, pengunjung membeludak setiap hari. Puncaknya adalah saat weekend. Saat itu TRAL jadi idola masyarakat Nganjuk karena paling lengkap wahana permainannya. “Mudah-mudahan TRAL bisa ramai lagi,” harapnya.

Sementara itu, Lasimah, 52, salah satu pengunjung berharap, TRAL mendapat perhatian dari pemkab. Karena TRAL merupakan salah satu tempat wisata yang menjadi andalan Kabupaten Nganjuk.  “Semoga segera diperbaiki wahana-wahana permainan yang rusak,” ujarnya.

Lasimah mengatakan, dia selalu mengajak anak-anak PAUD berwisata di TRAL setiap tahun. Selain untuk refreshing, wisata di TRAL juga sebagai sarana edukasi. “Anak-anak PAUD bisa langsung melihat rusa dan binatang yang lain,” ujarnya.

(rk/ara/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news