Kamis, 24 Jun 2021
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features

Melihat Keluarga Gampang Mencari Robin Maqrobin di Hutan Bareng

Minta Doa Kiai

09 Juni 2021, 12: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Robin

HILANG: Foto Robin Maqrobin, 20, saat ditampilkan oleh sang ayah yang bernama Gampang di Desa Bareng, Kecamatan Sawahan (8/6). (Karen Wibi - radarkediri.id)

Share this          

Keluarga Robin Maqrobin masih yakin jika pemuda berusia 20 tahun yang hilang di Hutan Bareng sejak 25 Mei, masih hidup. Meski Basarnas dan relawan telah menghentikan pencarian tetapi keluarga korban tidak menyerah. Mereka terus menyisir Hutan Bareng untuk menemukan Robin. 

KAREN WIBI. SAWAHAN, JP Radar Nganjuk.

“Robin masih hidup,” ujar Gampang, ayah angkat Robin saat ditemui di rumahnya kemarin. Keyakinan Gampang bahwa Robin masih hidup itu karena tanda-tanda anak bungsu dari dua bersaudara itu meninggal dunia belum ada. Tidak ada jenazah yang ditemukan tim Basarnas maupun warga di Hutan Bareng.   

Baca juga: Kang Marhaen Dukung Perkembangan Wirausaha Berbasis Online

Karena itulah, Gampang dan keluarga tetap mencari Robin setiap hari. Mereka keluar masuk Hutan Bareng untuk menemukan jejak Robin. Pagi, siang, dan sore hari, Gampang dan keluarga tidak lelah menyisir Hutan Bareng. Tetangga Gampang yang melihat hal itu juga ikut memberikan dukungan. Mereka ikut mencari Robin. Setiap hari, warga Desa Bareng, Kecamatan Sawahan, ikut mencari Robin. Mereka melakukannya dengan sukarela. “Setiap mencari rumput di hutan, tetangga ikut membantu mencari Robin,” ujarnya.

Dukungan dari tetangga dan keyakinan Robin masih hidup membuat Gampang tidak putus asa menemukan anak kesayangannya. Selain usaha yang tak kenal lelah. Gampang dan keluarga juga selalu berdoa kepada Allah SWT agar segera diberi petunjuk keberadaan Robin. Tak hanya itu, Gampang juga mendatangi kiai untuk meminta doa agar Robin segera ditemukan. “Semua usaha dan doa sudah kami lakukan,” ungkapnya.

Kehilangan Robin bagi keluarga Gampang adalah pukulan yang berat. Meski beberapa kali Robin pergi tanpa kabar tetapi hal itu tidak pernah selama ini. Biasanya, dia menghilang hanya satu atau dua hari. Kemudian, kembali pulang.

Untuk mengurangi rasa rindu kepada Robin, pria berusia 52 tahun ini mengambil smartphone di bawah kasur Robin. Kemudian, Gampang menunjukkan foto Robin di smartphone warna hitam. Itu adalah satu-satunya foto Robin. Dia selfie pada April lalu.  “Iya hanya bisa melihat foto satu-satunya ini,” ujarnya lirih.

Kesedihan benar-benar terlihat jelas di wajah pria yang kulitnya mulai keriput ini. Suaranya semakin lirih. Dia menahan tangis. “Pasti ketemu. Robin masih hidup,” tegasnya.

Gampang sendiri menduga saat ini Robin sedang tersesat di Hutan Bareng. Sehingga, kesulitan mencari jalan pulang. Robin juga tidak bisa menghubungi keluarga karena handphonenya tertinggal. Karena saat hilang di Hutan Bareng pada 25 Mei lalu, sang anak sedang menyusul Gampang untuk membantu mencari rumput. Sayang, saat masuk hutan, Robin tidak bertemu Gampang. Justru, dia dikabarkan menghilang sehingga dilaporkan ke Polsek Sawahan. Tim basarnas dan ratusan relawan sempat melakukan pencarian selama seminggu. Usaha tersebut tak membuahkan hasil. Robin seperti hilang ditelan Hutan Bareng. “Mudah-mudahan Robin segera bisa keluar dari hutan dan pulang,” harapnya.

(rk/syi/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news