Kamis, 24 Jun 2021
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Kasus Dua Bupati Nganjuk: Berkas Novi Dilimpahkan, Taufiq Sidang Vonis

09 Juni 2021, 12: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Hukum

TERBELIT HUKUM: Mantan Bupati Taufiqurrahman (kanan) akan divonis hari ini. Berkas Bupati Novi Rahman Hidhayat dilimahkan ke Kejagung pada Senin (7/6). (Dokumen Pemkab Nganjuk for radarkediri)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat akan segera disidang. Karena pada Senin (7/6), Bareskrim Polri telah melimpahkan berkas tahap 1 Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat beserta enam tersangka jual beli jabatan ke Kejaksaan Agung (Kejagung). Pelimpahan berkas ini ada tujuh berkas. Karena tersangka yang diduga terlibat dalam jual beli jabatan sebanyak tujuh orang. Yaitu, Bupati Novi, Camat Pace Dupriono, Camat Tanjunganom Edie Srijanto, Camat Berbek Haryanto, Camat Loceret Bambang Subagio, Mantan Camat Sukomoro Tri Basuki Widodo, dan ajudan Bupati Nganjuk M. Izza Muhtadin. Ketujuh tersangka ini diduga memiliki peran yang berbeda. Novi sebagai penerima suap. Kemudian, Dupriono, Edie, Haryanto, Bambang, dan Tri Basuki sebagai pemberi suap. Sedangkan, Izza sebagai perantara suap.

Dengan dilimpahkan berkas Novi Cs, Kejagung akan mengeceknya. Kemudian, menentukan apakah berkas tersebut sudah lengkap atau belum. Waktu mengeceknya selama 14 hari. Jika sudah lengkap maka penyidik harus melimpahkan berkas tahap kedua. Namun, jika belum lengkap maka penyidik harus melengkapi berkas pelimpahan tahap pertama.

Dikonfirmasi terkait pelimpahan berkas tersebut, Kasatreskrim Polres Nganjuk Iptu Nikolas Bagas Yudhi Kurniawan enggan berkomentar banyak. “Wah saya belum tahu untuk informasi itu (pelimpahan berkas Novi Cs, red),” ujarnya.

Baca juga: Butuh Perawatan! Jembatan Bailey Ngadi Banyak Dilewati Kendaraan Berat

Niko menegaskan, kasus Novi Cs ditangani Bareskrim Polri. Sehingga, kewenangan ada di Bareskrim Polri. Selama ini, Polres Nganjuk hanya menyediakan tempat dan mendampingi tim Bareskrim Polri saat melakukan penggeledahan.  

Sementara itu, Plt Bupati Marhaen Djumadi enggan berkomentar terkait pelimpahan berkas Novi Cs dari Bareskrim Polri ke Kejagung. “Saya tidak berkomentar masalah ini,” ujarnya.

Untuk diketahui, Novi Cs terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Bareskrim Polri dan KPK dalam kasus jual beli jabatan pada Minggu malam (9/5). Barang bukti yang disita adalah uang Rp 647.900.000 dari brankas rumah Novi. Diduga uang tersebut adalah uang suap yang disetorkan camat melalui ajudan Novi.

Sementara itu, mantan Bupati Taufiqurrahman akan divonis di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya hari ini. Berdasarkan agenda sidang, hari ini adalah pembacaan putusan majelis hakim atas kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Arif Suhermanto, sidang vonis untuk Taufiq direncanakan dilaksanakan secara online. Terdakwa di Lapas Sidoarjo. Sedangkan, JPU, hakim, dan pengacara di PN Tipikor Surabaya. “Sidang dilaksanakan online karena masih pandemi Covid-19,” ujarnya.

Arif optimistis, majelis hakim akan menjatuhkan vonis yang tidak jauh berbeda dengan tuntutannya. Sebelumnya, JPU menuntut Taufiq dengan enam tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. Selain itu, Taufiq juga diminta mengganti kerugian negara sebesar Rp 25,6 miliar.

Secara terpisah, Mansur Munir, pengacara Taufiq, mengatakan, berdasarkan fakta-fakta di persidangan, Taufiq tidak melakukan pencucian uang seperti yang didakwakan JPU. “Klien tidak tahu menahu terkait proses terkait fee proyek,” ujarnya.

Mansur menyebut, dari sejumlah proyek yang dikerjakan dinas, ada yang melalui penunjukan langsung. Sementara, penunjukan langsung tersebut merupakan inisiatif dari kepala dinas. Sedangkan, Taufiq tidak ikut campur. “Kita harus menghormati proses hukum yang sedang berjalan,” pungkasnya.

(rk/tar/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news