Kamis, 24 Jun 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

PTM di Kediri: Pemkot – Pemkab Beri Lampu Hijau di Semua Level

08 Juni 2021, 14: 34: 42 WIB | editor : Adi Nugroho

pembelajaran tatap muka

PROKES: Dua siswa MI Raudlatul Tholabah Mojo mengoleskan handsanitizer ke tangan sebelum memasuki ruang kelas kemarin. (Dewi Ayu Ningtyas - radar kediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri - Babak baru dunia pendidikan di tengah pandemi  korona bakal berlangsung. Juli mendatang, bersamaan awal tahun ajaran baru, sekolah-sekolah bakal melangsungkan pembelajaran tatap muka (PTM). Menyusul lampu hijau yang telah diberikan oleh pemerintah daerah.

Di Kota Kediri, dinas pendidikan (disdik) memberi sinyal bahwa semua level pendidikan bisa menggelar PTM. Bagi yang belum menggelar uji coba, disdik menginstruksikan untuk segera melakukannya. Terutama untuk tingkatan sekolah dasar (SD).

Dari 135 SD di Kota Kediri, belum semuanya menggelar uji coba. Hingga gelombang ketiga lalu, baru 46 lembaga yang melakukannya. Artinya, masih ada 89 SD yang belum beruji coba.

Baca juga: Dua Kali! Wanita Asal Pesantren Nekat Gantung Diri di Rumah

Kapan? Disdik telah menyiapkan skema uji coba gelombang keempat. Waktunya, kemungkinan, setelah ulangan penilaian akhir tahun (PAT). Hanya, hingga kemarin belum ada sekolah-sekolah itu yang mengajukan permintaan uji coba PTM.

“Kegiatannya akan dikembalikanke sekolah masing-masing,” aku Sekretaris Disdik Kota Kediri Marsudi Nugroho. Menurutnya, biasanya setelah PAT itu, akan diisi kegiatan daring maupun luring.

Meskipun belum semuanya melakukan uji coba, Marsudi optimistis sekolah-sekolah siap melakukan PTM serentak. Bagi yang belum beruji coba bisa berkonsultasi dengan yang sudah melaksanakannya. Mereka bisa mengadopsi teknis di sekolah yang sudah uji coba.

Persiapan yang perlu dimatangkan adalah penyediaan fasilitas dan pengetatan penerapan protokol kesehatan (prokes). “Jalur keluar dan masuk sekolah tetap diatur. Termasuk larangan jemput di dalam sekolah,” ujarnya.

Terkait pengajuan uji coba PTM gelombang keempat, dinas kesehatan (dinkes) juga membenarkan belum ada sekolah yang mengajukan. “Biasanya Disdik ada pengajuan untuk cek kesiapan tempat, (tapi) sampai sekarang tidak ada,” ucap Hendik Suprianto, kasi Pencegahan dan Penularan Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kota Kediri.

Keyakinan serupa juga dikeluarkan oleh Disdik Kabupaten Kediri. Apalagi, semua sekolah sudah melakukan uji coba. “Sudah siap karena sudah dimulai saat ujian sekolah, penilaian akhir tahun (PAT, Red),” ujar Plt Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Disdik Kabupaten Kediri Nur Miftahul Fuad. 

Meskipun demikian, Fuad menegaskan pihaknya akan tetap melakukan koordinasi dan sosialisasi terkait berlangsungnya PTM. Hal itu agar semua pihak yang terlibat lebih siap.

Soal monitoring dan evaluasi? “Nanti satu minggu sebelum pelaksanaan akan kami cek ke satuan pendidikan. Seperti apa persiapan yang telah dilakukan,” jawabnya.

Kesiapan melangsungkan PTM juga ditunjukkan sekolah-sekolah di bawah naungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag). Hal itu berkaca pada pelaksanaan PTM terbatas yang sudah berlangsung sejak 24 Mei hingga 10 Juni nanti.

“Selama uji coba tidak ada masalah yang terkait dengan penyebaran Covid-19,” tegas Humas Kantor Kemenag Kabupaten Kediri Paulo Ximenes yang dikonfirmasi kemarin (7/6).

Sejauh ini madrasah yang telah mengikuti PTMT dimulai dari tingkat roudlatul atfal (RA), atau setingkat TK, hingga madrasah aliyah (MA). Baik negeri maupun swasta. Jumlah siswa yang terlibat sebanyak 15.074 siswa. Sedangkan gurunya sebanyak 6.285, yang semuanya sudah menjalani vaksinasi.

Secara rinci jumlah lembaga di tingkat RA sebanyak 266, MI ada tiga lembaga negeri dan 242 swasta. Sedangkan MTS total 9 lembaga negeri dan 95 lembaga swasta. “Untuk MA ada 5 lembaga negeri dan 41 lembaga swasta yang telah melaksanakan PTMT,” imbuh pria yang akrab disapa Paulo itu.

Sebelum mengikuti PTMT, masing-masing madrasah harus menyampaikan kesiapannya. Mulai dari kelengkapan sarana prasarana hingga pengaturan selama PTM berlangsung. (rq/wi/fud)

Agar Aman Belajar Tatap Muka

-         Jalur keluar masuk siswa harus diatur, dibuat terpisah.

-         Pengantaran dan penjemputan siswa hanya bisa sampai luar pagar sekolah.

-         Sekolah menggunakan sistem sift untuk siswa. Satu sif 25 persen dari jumlah siswa dengan lama belajar 1,5 jam. Setiap pergantian sif petugas melakukan penyemprotan disinfektan.

-         Penerapan prokes harus ketat. Pemeriksaan suhu, penyediaan tempat cuci tangan atau handsanitizer, serta menjaga jarak tempat duduk.

-         Siswa tak boleh menggunakan masker dari kain. Harus menggunakan masker medis yang standar.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news