Rabu, 28 Jul 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Tolak Ikut Vaksin, Bantuan Dihentikan

08 Juni 2021, 12: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Sekda

SURAT : Mokhamad Yasin sedang menunjukan surat tentang penundaan atau penghentian jaminann atau bantuan sosial terkait pemberian vaksin. (Habibah A. Muktiara - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Berbagai upaya dilakukan untuk kesuksesan vaksinasi. Salah satunya dengan menghentikan bantuan untuk warga yang menolak divaksin. Padahal, dia sudah mengajukan permohonan untuk divaksin. “Harus mau divaksin jika sudah mengajukan permohonan divaksin,” ujar Sekda Mokhamad Yasin.

Untuk diketahui, sanksi untuk orang yang menolak divaksin padahal sudah mengajukan permohonan vaksin tertuang di Peraturan Presiden RI No 14/2021 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19). Salah satu isinya adalah  mengatur sanksi administratif bagi warga menolak vaksinasi.

Baca juga: Masih Pucat, Kang Marhaen Pimpin Rapat di Nganjuk

Yasin menjelaskan, vaksin Covid-19 masih terbatas jumlahnya. Sehingga, akan sangat disayangkan jika sudah terdaftar sebagai penerima tetapi tidak datang ketika proses pemberian vaksin. “Vaksin ini sangat penting untuk segera mengakhiri pandemi Covid-19,” imbuhnya.

Sosialisasi tentang sanksi bagi penolak vaksin sudah dilakukan ke seluruh kecamatan di Kabupaten Nganjuk. Sosialisasi ini sempat heboh karena surat pemberitahuan bernomor 445/1357/411.303/2021 tertanggal 27 Mei 2021 terjadi kesalahan stempel. Di surat yang ditandatangani Sekda M. Yasin itu distempel Dinas Kesehatan. Padahal, stempel seharusnya juga Sekda. Ini sempat mencuat di medsos.

Mengetahui hal itu, Yasin sudah melakukan revisi. Sehingga, surat pemberitahuan yang beredar ke kecamatan-kecamatan sudah sesuai. “Ini murni kelalaian dari petugas Dinkes Nganjuk,” ujarnya.

Atas kesalahan stempel ini, Yasin meminta tidak terulang lagi. Untuk itu, ASN yang bertugas harus lebih teliti. Sehingga, tidak menimbulkan polemik di masyarakat.

(rk/ara/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news