Kamis, 24 Jun 2021
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features

Sumani, Pengoleksi Benda Antik asal Kecamatan Berbek

Temukan Cincin dan Anting Zaman Majapahit

08 Juni 2021, 12: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Boks

LANGKA: Cincin emas yang ditemukan oleh Sumani, 40, asal Desa Salamrojo, Kecamatan Berbek (7/6). (Karen Wibi - radarkediri.id)

Share this          

Sumani bikin gempar Desa Salamrojo, Kecamatan Berbek. Dia menemukan cincin dan anting yang diduga zaman Kerajaan Majapahit. Sehingga, banyak orang datang ingin melihat perhiasan emas tersebut. Bahkan, banyak juga yang ingin membelinya.

KAREN WIBI. BERBEK, JP Radar Nganjuk.

Menemukan rumah Sumani tidak sulit. Karena rumah Sumani yang berada di salah satu gang di Desa Salamrejo, Kecamatan Berbek, sangat unik. Rumahnya tidak sama dengan rumah warga yang lain. Tidak ada pagar besi atau tembok. Justru, di depan rumah ada lesung batu berjumlah tiga buah yang terletak di sisi kiri pintu. “Lesung batu ini umurnya sudah ratusan tahun,” ujar Sumani.

Baca juga: Warga Ngadiluwih Ditemukan Tewas di Rejomulyo, Ini Sebabnya

Sumani juga terkenal di desanya. Warga memanggilnya Ki Manding. Sehingga, jika kita bertanya tentang alamat Sumani atau Ki Manding, warga akan langsung menunjukkan.

Koleksi benda-benda antik Sumani sangat banyak. Selain lesung batu berumur ratusan tahun di depan, bapak satu anak ini juga memiliki koleksi yang lain. Mulai dari keris, tombak, koin, guci, hingga cincin dan satu anting. Khusus untuk cincin dan anting adalah penemuan terbaru Sumani. Dia menemukan di sungai di desanya. Seperti biasa, Sumani yang suka mencari benda-benda antik di sungai, tiba-tiba melihat ada warna  mengilap di tebing sungai. Setelah didekati ternyata itu adalah kilau dari cincin dan anting.  “Saya menemukan cincin dan anting itu pada Maret lalu,” ujarnya.

Cincin dan anting itu diyakini sebagai peninggalan Kerajaan Majapahit. Untuk memastikannya, Sumani membawa cincin dan anting ke Dinas Pariwisata, Kepemudaan, Olahraga dan Budaya (Disparporabud) Kabupaten Nganjuk. Hasilnya, cincin dan anting itu diklaim sebagai pehiasan zaman Kerajaan Majapahit. “Ini cincin dan anting emas,” ujar Sumani.

Penemuan cincin dan anting emas peninggalan Majapahit tersebut akhirnya didengar masyarakat. Sehingga, ada orang yang tertarik membelinya atau sekadar melihat. “Ada orang Tulungagung yang nawar Rp 15 juta,” kata Sumani.

Penawaran belasan juta itu sebenarnya sangat tinggi. Karena cincin dan anting itu beratnya hanya sekitar tiga gram. Meski demikian, Sumani yang masih berusia 40 tahun itu enggan menjualnya. Dia mengaku masih suka dan tertarik. Sumani menjadikan perhiasan tersebut sebagai salah satu koleksi pribadinya. Agar tidak hilang, perhiasan itu disimpan di kotak khusus.

Meski sudah banyak memiliki koleksi benda antik tetapi Sumani tetap aktif melakukan pencarian benda-benda bersejarah. Karena dia meyakini di desanya tersebut ada banyak peninggalan zaman Kerajaan Majapahit yang masih terkubur. “Kabarnya dulu di Desa Salamrojo ada bangsawan yang tinggal di sini,” ujarnya.

Menariknya, orang yang mencari peninggalan bersejarah tidak hanya Sumani saja. Namun, banyak warga setempat yang berburu. Bahkan, ada juga warga luar Nganjuk yang datang ke Berbek demi mendapatkan benda-benda bersejarah.

(rk/tar/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news