Kamis, 24 Jun 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Kondisi TRAL di Nganjuk Mengenaskan: Perahu Rusak, Badan Rusa Kurus

08 Juni 2021, 12: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

TRAL

MANGKRAK: Perahu bebek yang menjadi favorit pengunjung TRAL tidak bisa dipakai. (Habibah A. Muktiara - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Permasalah sepinya pengunjung Taman Rekreasi Anjuk Ladang (TRAL) tidak hanya karena pandemi Covid-19. Namun, banyak wahana permainan di sana ternyata dalam kondisi yang tidak layak dan tidak bisa digunakan.

Untuk wahana yang sudah mati atau rusak adalah dua perahu bebek. Kondisi perahu sudah rusak parah. Kemudian, danau untuk wahana perahu sudah mengering. Padahal, wahana perahu menjadi favorit pengunjung di TRAL. “Sudah lama wahana perahu sudah tidak berfungsi,” ujar Widia, 39, pedagang di TRAL.

Selain dua perahu yang mangkrak, TRAL juga tidak bisa memaksimalkan dua kolam renang. Kolam renang dewasa untuk lomba tidak bisa dipakai. Karen a airnya sangat kotor dan berlumut. Meski sudah dibersihkan tetapi cepat sekali kotor. Akibatnya, kolam renang yang bisa digunakan hanya kolam renang anak. Itu pun kondisinya juga tidak bagus. Karena ada beberapa keramik yang lepas. “Lumayan lah masih ada kolam anak,” ujar Widia.

Baca juga: PPDB di Kediri: Rebutan di Jalur Zonasi

TRAL

USANG: Wahana kursi putar di Taman Rekreasi Anjuk Ladang (TRAL) sudah tidak bisa digunakan kemarin. Banyak wahana permainan butuh perbaikan secepatnya. (Habibah A. Muktiara - radarkediri.id)

Lalu bagaimana dengan wahana permainan TRAL yang lain? Berdasarkan pengamatan wartawan koran ini, semuanya jauh dari kata layak. Ayunan sudah berkarat dengan atap jebol. Lalu, perosotan pun tak jauh beda dengan ayunan. Tempat mandi bola kotor. Bahkan, untuk wahana tempat duduk berputar sudah tidak bisa dipakai. Karena sudah rusak parah.

Sedangkan, hewan-hewan di sana juga kurang menarik. Enam ekor rusa yang ada badannya kurus-kurus. Kemudian, monyet tinggal satu ekor. Kandang untuk hewan-hewan tersebut juga sudah butuh perbaikan. “Satu ekor mati,” ungkap Widia.

Kondisi wahana  permainan di TRAL yang mengenaskan itu terjadi sudah sangat lama. Sehingga, Dinas Pariwisata, Kepemudaan, Olahraga dan Kebudayaan (Disparporabud) Kabupaten Nganjuk harus kerja ekstrakeras. Karena dinas tersebut juga mendapat target pendapatan asli daerah (PAD).  Untuk TRAL, targetnya adalah Rp 500 juta. “Kami harus berinovasi untuk bisa memenuhi target ini,” ujar Kepala Disparporabud Kabupaten Nganjuk Gunawan Widagdo saat ditemui wartawan koran ini pada Rabu (2/6).

Gunawan mengatakan, sebenarnya, pihaknya ingin memperbaiki dan menambah wahana permainan di TRAL agar menarik pengunjung. Sayang, karena pandemi Covid-19, hal itu sangat sulit terwujud. “Sekarang kan masih refocussing anggaran karena masih pandemi Covid-19,” ujarnya.

Mantan Kepala Bappeda Kabupaten Nganjuk ini dana yang dibutuhkan untuk melakukan perbaikan di TRAL tidak sedikit. Karena tempat wisata yang dikelola Pemkab Nganjuk ini cukup luas, yaitu 0,83 hektare. Belum lagi, banyak wahana permainan yang membutuhkan peremajaan. “Butuh sekitar Rp 1 miliar,” ujarnya.

Kondisi Wahana Permainan:

- Dua Perahu Bebek Rusak

- Kursi Duduk Putar

- Ayunan dan Perosotan Berkarat

- Kolam Renang Dewasa Kotor dan Berlumut

- Tempat Mandi Bola Kotor

(rk/ara/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news