Kamis, 24 Jun 2021
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features
Kampung Kauman di Kediri (38/habis)

Pedagang Naik Dokar, Barangnya Diangkut Cikar

07 Juni 2021, 14: 09: 40 WIB | editor : Adi Nugroho

dokar kediri

MODERN: Pengendara sepeda motor melintas di depan Pasar Gurah. Tidak ada lagi dokar yang beroperasi di sana. (DEWI AYU NINGTYAS - radar kediri)

Share this          

Dokar jadi alat transportasi vital di Kampung Kauman. Koplakan dokar alias tempat mangkal dokar jadi semacam terminalnya. 

Koplakan menjadi tempat peristirahatan atau pangkalan dokar

dan penariknya. Di tempat itu, kuda-kuda bisa diberi makan rumput dan comboran berupa bekatul cair.

Baca juga: Fighting Tournament Airlangga Hartarto Cup 2022: Rebutkan Rp 2 Miliar

Dokar memang jadi alat transportasi utama sebelum becak, oplet, dan bemo bermunculan. Dalam ingatan Etik Husnatul Marati, sekitar tahun 1965 lalu, masih ada belasan dokar yang mangkal di sana. “Jumlahnya banyak. Yang saya tahu kalau di sini (Kampung kauman, Red) yang punya Bapak Sumoasih,” ujarnya mengingat sosok yang sudah meninggal itu.

Setiap hari, dokar hilir mudik mengantar pedagang dan pembeli yang masuk ke Pasar Gurah. Tak hanya di Gurah, dokar juga beroperasi di Pagu, Plosoklaten, Plemahan, Pare, Ngasem, hingga Kota Kediri.

          Dokar, lanjut Etik, mayoritas hanya mengangkat penumpang dan dagangan dalam jumlah yang sedikit. Untuk pedagang, biasanya mereka membawa dua alat transportasi sekaligus. Yakni, selain sang pedagang yang naik dokar, barang dagangannya akan diangkut cikar atau kereta yang ditarik sapi.

          Barang dagangannya yang terhitung banyak memang tak cukup jika diangkut dokar yang tempatnya terbatas.“Barange digawa cikar, wonge numpak dokar, (barangnya dibawa cikar, orangnya naik dokar, Red),” kenang Etik sambil tertawa.

          Untuk bisa sampai pasar pada pagi hari, para pedagang biasa berangkat sebelum Subuh. Maklum, jika dokar bisa berjalan relatif cepat, tidak demikian dengan cikar yang lambat. Mereka pun menyiasati dengan memberangkatkan cikar lebih awal.

Meski tidak memiliki tempat secara khusus, para pedagang di Pasar Gurah itu tidak khawatir dagangan mereka akan hilang atau tertukar di cikar. Sebab, mereka sudah memiliki langganan penarik cikar yang dipercaya. (wi/ut)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news