Kamis, 24 Jun 2021
radarkediri
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Menikmati ‘Malioboro’ Kota Nganjuk di Malam Hari

Banyak yang Nongkrong, Pedagang Raup Untung

07 Juni 2021, 13: 25: 35 WIB | editor : Adi Nugroho

Wefie

WEFIE: Febri (kiri) dan Ayu saat menikmati Jalan A. Yani Nganjuk. Ramainya pengunjung membuat pedagang sekitar 'Malioboro' Nganjuk meraih keuntungan. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

Pedestrian di Jalan Ahmad Yani Nganjuk di sisi barat telah selesai dikerjakan sejak akhir tahun 2020. Keindahan penataan pedestrian itu berhasil menyedot animo pengunjung. Sehingga, pedagang di sana ikut merasakan manfaatnya. Dagangannya lebih laris.

Proyek pembangunan pedestrian di Jalan Ahmad Yani Nganjuk di sisi barat telah selesai dikerjakan enam bulan lalu. Hal itu ditandai dengan penyerahan tahap I kepada pejabat pembuat komitmen (PPK) oleh rekanan yang mengerjakan proyek tersebut.Proyek pembangunan pedestrian tersebut berhasil menyulap wajah jalan paling terkenal di Kota Angin. Terutama dengan adanya penambahan aksen puluhan lampu di sepanjang pedestrian tersebut. Tak ketinggalan dengan tempat duduk yang juga disediakan di sana.

Sekilas kondisi tersebut terkesan mirip dengan Jalan Malioboro, Jogjakarta. Banyaknya pengunjung tidak berdampak pada penjualan warga di sana.

Baca juga: Hama dan Penyakit Brambang Menyerang, Petani Nganjuk Lakukan Ini

Menurut Adi Santoso, 50, salah satu pedagang pakaian, mengatakan, pengunjung di Jalan A. Yani semakin ramai sejak pedestrian selesai  dibangun. Setiap malam, khususnya malam Minggu, pengunjung ramai. Anak-anak muda dan orang tua yang mengajak anaknya berwisata di sana.  “Peningkatan penjualannya lumayan,” ujarnya.

Hanya, pandemi Covid-19 membuat daya beli masyarakat ikut melemah. Akibatnya, kenaikan penjualan tidak terlalu signifikan. “Jika dulu dapat uang sehari Rp 500 ribu, sekarang bisa Rp 700 ribu,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Suwati, 45, pedagang nasi pecel dan aneka olahan makanan di sana. Ia bisa mendapatkan uang  Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta dalam semalam. “Senang sekali ada pedestrian di Jalan A. Yani karena pengunjung jadi ramai,” akunya.

Sementara itu, Ayu Puspita, 20, warga Pace, dan Febrianti Mandasari, 21, warga Loceret, mengaku tertarik ke Jalan A. Yani karena adanya pembangunan pedestrian. “Mirip Malioboro. Jadi senang ke sini,” ujarnya.

(rk/tar/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news