Kamis, 24 Jun 2021
radarkediri
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Hama dan Penyakit Brambang Menyerang, Petani Nganjuk Lakukan Ini

07 Juni 2021, 13: 19: 36 WIB | editor : Adi Nugroho

Brambang

PERSIAPAN : Pekerja sedang membajak sawah untuk musim tanam bawang merah nanti. (Habibah A. Muktiara - radarkediri.id)

Share this          

Petani brambang di Kabupaten Nganjuk harus waspada. Karena di musim kemarau ini, serangan ulat akan menyerang tanaman bawang merah. Jika tidak teratasi maka petani bisa bangkrut.

“Serangan hama dan penyakit pada brambang di musim kemarau sangat berbahaya,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk Agus Sulis kemarin. Ancaman ini akan dialami petani brambang di Nganjuk. Karena musim tanam brambang akan dilaksanakan bulan ini.

Agus mengatakan, hama dan penyakit di brambang sangat banyak. Tidak cukup diatasi dengan pestisida saja. Namun, perlu juga perangkap untuk hama. “Pemasangan perangkap ini dilakukan setelah tanah diolah,” tandasnya.

Baca juga: Ini Sanksi Bagi Pembuang Sampah Sembarangan di Nganjuk

Hal ini dilakukan karena jika brambang sudah keluar daun maka hama akan langsung menyerang. Jika sudah ada perangkap maka serangga bisa bisa langsung terjebak. “Serangga yang menyerang brambang itu sangat tertarik pada cahaya. Jadi butuh, perangkap khusus untuk mereka,” ujarnya.

Bahaya hama dan penyakit yang menyerang pada brambang ini juga membuat petani waswas. Karena petani brambang juga sering mengalami kerugian saat hama dan penyakit brambang menyerang. Apalagi, musim tanam brambang tahun ini di Kabupaten Nganjuk serentak.

Namun demikian, petani brambang tidak memiliki pilihan lain. “Mau bagaimana lagi, kami harus siap dengan segala risiko,” ujar Panimen, 50, petani brambang asal Desa Banaran Wetan, Kecamatan Bagor.

Menurut Panimen, ulat adalah yang paling sering menyerang tanaman brambang di desanya. Membasmi ulat yang menyerang brambang sangat sulit. Karena ulat bersembunyi di dalam daun brambang. Jika dibiarkan, daun brambang akan dimakan dan tanaman mati.  Otomatis, kerugian yang dialami sangat banyak. “Kami harus metani brambang untuk menghilangkan ulat,” ujarnya.   

Selain itu, ancaman harga anjlok juga menjadi momok petani brambang. Saat tanam brambang bersamaan maka panen akan bersamaan pula. Sehingga, harga brambang bisa anjlok.

(rk/ara/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news