Minggu, 13 Jun 2021
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features

Kisah 'Pernikahan Sultan' yang Viral di Berbek Nganjuk

07 Juni 2021, 12: 48: 24 WIB | editor : Adi Nugroho

Boks

MOMEN BAHAGIA: Sutoyo menunjukkan foto pernikahan Tidar Putri Ayu Susandika, anaknya dengan Agusti Waluyo di rumahnya Desa Sendangbumen, Berbek, Nganjuk kemarin. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

Pernikahan Tidar Putri Ayu Susandika dan Bripda Agusti Waluyo sempat bikin gempar warga Nganjuk. Resepso pernikahan yang dilaksanakan 24 Mei 2021 bikin heboh media sosial. Karena Agusti membawa seserahan berupa perabotan rumah tangga hingga dua ekor induk sapi Brahman beserta dua ekor anaknya, serta hasil bumi yang diangkut kendaraan roda tiga.

ANDHIKA ATTAR. BERBEK, JP Radar Nganjuk.

“Oalah, Sultan apanya. Wong tidak ada keturunan kerajaan atau apa kok dibilang Sultan,” keluh Sutoyo, ayah sang mempelai wanita saat menanggapi viralnya pernikahan Tidar Putri Ayu Susandika dengan Agusti Waluyo. Pria yang menjabat sebagai Kepala Desa Sendangbumen, Berbek, Nganjuk tersebut kurang berkenan dengan pemakaian istilah ‘Sultan’. Menurutnya, penyematan gelar tersebut di medsos dinilainya berlebihan.

Baca juga: TRAL Nganjuk Punya Banyak Masalah, Apa Saja?

Pernikahan Ayu dengan Agusti sendiri memang sempat mencuat di beberapa media sosial. Mulanya, pernikahan unik tersebut menjadi viral saat salah seorang netizen mengunggahnya di platform Tiktok. Dalam hitungan hari, video tersebut langsung menyebar luas di dunia maya.

Prosesi resepsi pernikahan keduanya digelar di halaman rumah Sutoyo pada Senin (24/5) lalu. “Akad nikahnya itu sudah 12 Agustus 2020,” ujar Sutoyo.

Rencananya saat itu, setelah akad nikah tersebut akan dilanjutkan dengan prosesi resepsi sekalian. Hanya saja, kondisinya masih awal pandemi Covid-19. Sehingga, pihak keluarga sepakat untuk menggelar akad nikah saja. Hingga akhirnya terpilih waktu resepsi pada akhir Mei. “Dulu akad nikah ya hanya didatangi keluarga dekat saja,” imbuh pria berkumis tersebut.

Resepsi pernikahan Ayu dengan Agusti sendiri menjadi viral lantaran seserahan yang dibawa oleh mempelai pria. Kala itu, Agusti membawa seserahan 4 ekor sapi Brahman. Dua induk dan dua anak sapi. Keduanya dibawa langsung dari rumah Agusti di Werungotok, Nganjuk.

Selain seserahan berupa sapi tersebut, Agusti juga membawa beberapa perabotan rumah tangga. Mulai dari sofa, peralatan dapur, hingga hasil bumi. Berdasarkan data yang dihimpun koran ini, seserahan tersebut merupakan inisiatif murni dari keluarga mempelai pria. “Kami sama sekali tidak meminta seserahan itu semua,” ujarnya.

Seserahan tersebut diberikan sebagai wujud suka cita. Terlebih sebagai orang Jawa, seserahan itu sejatinya sudah lumrah. Seserahan tersebut terlihat unik lantaran sudah jarang orang yang menjalankan tradisi tersebut.

Selain seserahan yang banyak, resepsi pernikahan yang dihadiri ratusan orang juga menjadi polemik. Karena saat ini masih pandemi Covid-19. “350 tamu undangan itu kami bagi dua hari sebenarnya,” ujar Sutoyo.

Viralnya resepsi pernikahan dengan seserahan yang banyak serta polemik kerumunan tersebut membuat Agusti dan Ayu enggan berkomentar. Saat ditemui wartawan koran ini, Agusti meminta agar wawancara resepsi pernikahannya dengan mertuanya. “Saya tidak berkomentar. Silakan ke bapak saja,” elaknya.

(rk/tar/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news