Kamis, 24 Jun 2021
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Korona di Kediri: Taman Kota Tutup, Jam Cangkrukan Tetap Dibatasi

07 Juni 2021, 12: 25: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

protokol kesehatan kediri

HARUS PATUH PROKES: Seorang siswa SDN Turus di Kecamatan Gurah sedang mencuci tangan sebelum memasuki ruang kelas. Para murid di sekolah ini telah mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka. (Dewi Ayu Ningtyas - radar kediri)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri - Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro di Kota Kediri kembali diperpanjang. Ada sejumlah perubahan. Namun tidak dengan kebijakan untuk tempat wisata, taman kota, dan sejumlah lokasi cangkrukan seperti kafe, warung kopi, dan angkringan.

“Ada beberapa yang berubah. Namun yang kaitannya dengan wisata masih belum bisa dibuka,” ucap Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Kediri Apip Permana.

Menurutnya, lokasi wisata dan taman kota belum jadi program prioritas untuk segera difungsikan. Pengetatan penerapan PPKM mikro ini berlaku pula bagi tempat cangkruk anak muda. Hampir setiap malam, tim patroli gabungan dari satpol PP beserta TNI dan kepolisian menindak pengunjung kafe, warung kopi, dan angkringan buka melebihi batas waktu ditentukan.

Baca juga: Braaak! Bus vs Motor di Kalimati Nganjuk, Satu Tewas di TKP

“Tidak boleh melebihi pukul 22.00. Di atas jam itu siap-siap dibubarkan,” tegas Apip. Tindakan tegas juga berlaku pada pedagangnya. Sejauh ini, petugas bersikap tegas pada siapa saja yang melanggar protokol kesehatan (prokes). 

Saat ini, menurutnya, yang sudah bisa difungsikan kembali adalah layanan pos binaan terpadu penyakit tidak menular (Posbindu PTM). Pelayanan ini menjadi salah satu upaya Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri melakukan skrining awal untuk mencegah penyebaran wabah korona. “Iya, posbindu dibuka. Tapi posyandu dan balita masih belum,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinkes Kota Kediri dr Fauzan Adima memastikan semua kader Posbindu PTM sudah divaksin dan sudah disiapkan alat pelindung diri (APD). Baginya, Posbindu PTM penting untuk segera diaktifkan karena 90 persen kematian pasien terkonfirmasi Covid-19 di kota punya komorbid diabetes dan hipertensi.

“Nah, Posbindu PTM ini adalah upaya menurunkan angka kematian dengan melakukan deteksi dini,” urainya. Sementara itu, posyandu balita dan lansia saat ini masih proses persiapan. Selain APD juga diperlukan standar operasional prosedur (SOP) bagi para kader.

Dokter berkacamata yang juga juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 ini tidak ingin gegabah. “Kita sangat hati-hati, tidak ingin ada lagi peningkatan kasus,” paparnya. Dalam dua hari ini, kasus terkonfirmasi korona nihil. Tidak ada penambahan. Kasus aktif kini masih 10 dengan jumlah terkonfirmasi 1.413.

Di Kabupaten Kediri, Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri mulai bersiap menyusul rencana pembelajaran tatap muka (PTM) pada 5 Juli mendatang. Rencananya, minggu ini koordinasi pihak terkait untuk kesiapan prokesnya. “Minggu ini akan coba kami bahas terkait dengan persiapan-persiapannya,” kata Sekretaris GTPP Covid-19 Kabupaten Kediri Slamet Turmudi kemarin (6/6).

Koordinasi ini melibatkan dinas pendidikan (disdik) untuk PAUD hingga SMP, Kantor Kemenag Kabupaten Kediri mulai RA hingga MA. Selain itu, juga Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jatim di Wilayah Kediri untuk tingkat SMA/SMK. Koordinasi mematangkan aturan persiapan PTM. Termasuk jumlah guru yang telah vaksinasi, kelengkapan sarana prasarana prokes, pengaturan durasi pembelajaran, dan penindakan tegas selama PTM berlangsung. “Kami coba rapat dengan semua pihak yang terkait dengan pembelajaran tatap muka,” imbuh Slamet. (rq/wi/ndr)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news